Politik Pemerintahan

Pembayaran Non Tunai di Samsat Jatim Sangat Diminati Wajib Pajak

Surabaya (beritajatim.com) – Presiden RI Jokowi dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Tahun 2017 lalu di Istana Negara mendorong jajarannya untuk mulai beralih menggunakan transaksi non-tunai dalam proses keuangan. Dalam persaingan global yang menuntut perbaikan dan kecepatan, penggunaan transaksi tersebut dinilai dapat membantu.

Sejalan dengan instruksi itu, mulai tahun 2018 Kantor Bersama (KB) Samsat Jawa Timur telah mengembangkan pembayaran BBNKB, PKB, SWDKLLJ dan PNBP secara non tunai.

“Awalnya dimulai melakukan kerjasama dengan pihak perbankan meliputi Bank Jatim, Bank Mandiri, Bank BNI, Bank BRI, Bank BTN, Bank BCA dengan memasang mesin Electronic Data Capture (EDC) di seluruh KB Samsat dan layanan unggulan Samsat di Jawa Timur,” kata Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Jatim, Boedi Prijo Soeprajitno didampingi Kabid Pajak Daerah Purnomisidi.

Berdasarkan data pembayaran melalui mesin EDC di KB Samsat seluruh Jatim, pada Januari 2019 sebanyak 4.526 orang wajib pajak yang telah memanfaatkan pembayaran melalui EDC dengan total transaksi sebesar Rp 8.512.029.450. Sedangkan untuk Februari 2019, lanjut dia, sebanyak 4.841 orang wajib pajak yang telah memanfaatkan pembayaran melalui EDC dengan total transaksi sebesar Rp 8.971.725.000.

“Selama Januari dan Februari 2019 dimanfaatkan oleh 9.367 wajib pajak dengan total transaksi sebesar Rp 17.483.754.450. Keberadaan mesin EDC sangat diminati wajib pajak perorangan, karena saat ini sebagian besar wajib pajak memiliki kartu debet, sehingga dampaknya proses pelayanan lebih cepat, mudah, aman, transparan, karena tidak ada proses penghitungan uang secara fisik,” jelasnya.

Dalam perkembangannya, menurut dia, pembayaran secara non tunai diimplementasikan untuk memenuhi harapan dan permintaan dari para dealer atay main dealer kendaraan bermotor. Ini karena mereka selama ini melaksanakan pembayaran dengan uang tunai dalam jumlah besar yang prosesnya dimulai dari pengambilan uang di bank, membawa ke Samsat, menghitung secara manual.

Hal ini sangatlah berisiko dari sisi keamanan. Sehingga, untuk para dealer dikembangkan pembayaran secara non tunai melalui warkat (giro bilyet, cek dan pemindahbukuan). Data pembayaran kendaraan bermotor yang dilakukan oleh dealer atau main dealer secara non tunai pada KB Samsat seluruh Jawa Timur adalah pada Januari 2019 dengan total transaksi sebesar Rp 11.655.159.500, Februari 2019 dengan total transaksi sebesar Rp 23.142.888.100.

Artinya, selama Januari dan Februari 2019, total transaksi sebesar Rp 34.798.047.600. Dampak dari pengembangan inovasi pembayaran secara non tunai, kata dia, menjadikan proses pelayanan semakin cepat, sehingga meningkatkan efektivitas dan efisiensi waktu pelayanan di KB Samsat Jatim. (tok/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar