Politik Pemerintahan

Pembatasan Blanko E-KTP Hambat Layanan di Pamekasan

Pamekasan (beritajatim.com) – Pembatasan blanko Kartu Tanda Penduduk Elektronik menjadi salah satu faktor penghambat utama tersendatnya sektor pelayanan permohonan E-KTP di Kabupaten Pamekasan.

Terlebih selama ini, petugas di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispenduk Capil) Pamekasan, justru semakin kewalahan melayani banyaknya permohonan penerbitan E-KTP. Apalagi stok blanko yang mereka terima sangat terbatas dan tidak seimbang dengan jumlah pemohon.

“Saat ini jatah blanko yang diberikan oleh pemerintah pusat terlalu sedikit, hanya ada 500 blanko untuk satu minggu. Padahal, jumlah pemohon E-KTP di Pamekasan sangat tinggi,” kata Kepala Dispenduk Capil Pamekasan, Herman Kusnadi, Jum’at (19/7/2019).

Kondisi tersebut mengakibatkan pada sektor pelayanan dari instansi yang dipimpinnya, dan dinilai tidak maksimal oleh sebagian masyarakat. “Jadi hemat kami, pembatasan blanko menjadi faktor utama yang menghambat pelayanan permohonan E-KTP di Pamekasan,” ungkapnya.

Apalagi selama ini, pihaknya juga berupaya mekasimal memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Salah satu di antaranya membuka pelayanan di dua lokasi berbeda, yakni di Kantor Dispenduk Capil di Jl Jokotole, serta di Sentral Mall Pelayanan Publik (MPP) di Jl Raya Panglegur.

“Soal pelayanan kepada masyatakat kami sudah maksimal, khususnya untuk sektor pelayanan bagi pemohin E-KTP. Apalagi kami juga membuka layanan di dua lokasi berbeda, yakni di kantor (Dispenduk Capil) dan di MPP,” pungkasnya. [pin/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar