Politik Pemerintahan

Pemantau Pemilu Duga Kecurangan di Surabaya Terstruktur, Sistematis, dan Massif

Surabaya (beritajatim.com) – Informasi adanya dugaan kecurangan Pemilu di Surabaya yang ditemukan oleh para pemantau terus bertambah. Kali ini, pemantau asal Pemuda Demokrat Indonesia turut mencetuskan hal yang sama.

Fauzan Adin, salah seorang pemantau Pemilu asal Pemuda Demokrat Indonesia, mengungkapkan jika temuan dari pihaknya mendapati bahwa patut diduga kecurangan yang terjadi di Surabaya bersifat terstruktur dan sistematis serta massif.

“Tidak mungkin ini hanya diakibatkan keteledoran karena ini bersifat merata di berbagai TPS di Surabaya. Total data kami menunjukkan sekitar 36 persen TPS di Surabaya,” cetus Fauzan, Senin (22/4/2019).

Bentuk kecurangan yang paling marak, menurutnya adalah penggelembungan suara. “Sama seperti temuan dari pihak pihak partai itu,” ujarnya.

“Misalkan rekap asli suara untuk partai A itu 23 di total bertambah jadi 73. Banyak itu yang seperti itu. Makanya kami duga ini terstruktur dan sistematis serta massif. Perlu untuk diusut tuntas siapa aktor di balik ini. Jangan dibuat menggantung begitu saja,” tegas Fauzan.

Sebelumnya, Pasca pemungutan dan penghitungan surat suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada 17 April 2019, Lembaga pemantau GMNI Surabaya menemukan adanya dugaan penggelembungan suara.

Ketua Lembaga Pemantau GMNI Surabaya, Aldian Dwi Pamungkas mengatakan ada dugaan penggelembungan suara di beberapa TPS kota Surabaya dari hasil pemantauan di lapangan. “Setidaknya kami menemukan ada puluhan TPS yang terdapat penggelembungan suara dari hasil pemantauan kawan-kawan pemantau GMNI Surabaya,” terangnya.

Aldian, sapaan akrabnya, menjelaskan, ada potensi penggelembungan suara tersebut dilakukan dengan menambahkan hasil perolehan suara sah partai politik dengan calon yang tertuang di C1. “Salah satunya terjadi di TPS Kecamatan Lakarsantri dimana suara sah partai politik dan calon yang seharusnya mendapatkan 88 suara namun jumlahnya tertulis 94,” jelasnya. [ifw/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar