Politik Pemerintahan

Pegiat Seni dan Relawan Medis di Malang Tolak Kerusuhan Pasca Pilpres

Malang (beritajatim.com) – Sejumlah elemen masyarakat di Kabupaten Malang menolak keras dan mengecam upaya anarkis, kekerasan dan kerusuhan pasca sengketa Pilpres yang kini masih ditangani Mahkamah Konstitusi.

Penolakan aksi kerusuhan itu salah satunya didengungkan Pegiat Kesenian Jaranan Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Supardi. Menurut dia, sebagai pegiat seni, ia berharap Indonesia tetap menjadi negeri yan aman dan sejahtera bagi seluruh rakyat.

“Kami menolak aksi kerusuhan sengketa Pilpres di MK. Mari kita menuju Indonesia damai dengan mengutamakan rasa persatuan dan kesatuan demi NKRI yang aman, tertib dan kondusif. Kita dukung langkah Polri dan TNI yang selalu melindungi mengayomi dan melayani masyarakat,” tegas Supardi, Kamis (13/6/2019).

Sementara itu, Suhandoyo selaku tim relawan medis yang tergabung dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang menuturkan, PMI Kecamatan Gedangan menolak aksi kerusuhan jelang keputusan sidang Mahkamah Konstitusi.

Kata Suhandoyo yang juga tergabung dalam kegiatan bantuan siaga bencana (Sibat), Kabupaten Malang ini mendukung aparat TNI – Polri dalam bertugas menjaga keamanan selama proses demokrasi pemilu di negara Indonesia, yang sudah berjalan dengan sukses dan lancar.

“Aksi kerusuhan maupun tindakan kekerasan lainnya hanya dapat merugikan diri sendiri dan kepentingan umum. Sekaligus menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap tenang, tidak mudah terprovokasi untuk melakukan berbagai aksi aksi yang bisa mengganggu stabilitas keamanan dalam negeri,” terangnya.

Suhandoyo mengajak masyarakat memanjatkan doa bersama-sama agar proses persidangan di Mahkamah Konstitusi berjalan dengan lancar. Serta, medapatkan keputusan yang seadil adilnya oleh MK dan bisa diterima dengan rasa ikhlas oleh semua pihak. [yog/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar