Politik Pemerintahan

Pegang Surat Pindah Pilih, Mahasiswa Tak Bisa Nyoblos

Jember (beritajatim.com) – Sejumlah mahasiswa yang memegang formulir pindah memilih (A5) di Kabupaten Jember, Jawa Timur, mengalami kesulitan untuk mencoblos. Mereka ditolak oleh petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) karena tak ada persediaan surat suara.

Hal ini dialami Nilam Cahya, salah satu mahasiswa Universitas Jember. “Saya dari luar kota, mengurus ke KPU. Saya sudah mengurus A5, tapi nyatanya di TPS ditolak. Saya ke sana jam 10, ternyata disuruh datang setelah jam 12. Lalu datang ke sana jam 12, ternyata ditolak lagi,” katanya.

Nilam pun berpindah TPS. “Tapi ditolak lagi dengan alasan surat suara kurang. Akhirnya ke kantor KPU. Tapi KPU hanya menampung suara teman-teman, mengisi formulir komplain,” katanya.

Sementara itu, Nuryono, Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara 62 di Jalan Nias, Lingkungan Tegal Boto Kidul, mengatakan, setelah ada pemekaran TPS, sebagian warga yang pada pemilu sebelumnya mencoblos di TPS 62 kini mencoblos ke TPS 63. “Saya konfirmasi warga saya ternyata emoh di TPS 63 dengan macam-macam alasan,” katanya.

Akhirnya warga RW 34 yang semula terdaftar di TPS 63 kembali ke TPS 62. Ini menyebabkan terjadinya kekurangan suara. “Kalau di DPT saya sendiri ada 195 orang pemilih. Semua sudah terkover. Ini tinggal pemilih yang memakai E-KTP karena tidak mendapat C6 dan yang berasal dari TPS 63,” kata Nuryono. [wir/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar