Politik Pemerintahan

Revitalisasi Pasar Kota Mojokerto

Pedagang Pasar Prapanca Diberi Waktu Hingga Akhir Bulan

Mojokerto (beritajatim.com) – Pemkot Mojokerto memberikan deadline kepada para pedagang di Pasar Prapanca, Kelurahan Mentikan, Kecamatan Prajuritkulon, Kota Mojokerto untuk menempati Pasar Kliwon hingga akhir bulan ini. Pengundian kios dan los juga sudah dilakukan.

Kepala Dinas Perindustrian dan perdagangan (Disperindag) Kota Mojokerto, Ruby Hartoyo mengatakan, pengundian kios dan los di Pasar Kliwon sudah dilakukan awal bulan lalu. “Tempat relokasi tersebut sudah bisa ditempati oleh pedagang Pasar Prapanca,” ungkapnya, Senin (22/7/2019).

Rencana relokasi sebenarnya sudah akan digulirkan sejak pertengahan Juli lalu. Namun, pedagang enggan boyongan karena tempat relokasi yang disediakan pemkot dinilai kurang layak sehingga pihak Disperindag memenuhi tuntutan para pedagang untuk membuat sekat antar pedagang.

“Sudah kita siapkan tapi pedagang minta antarkios untuk disekat. Jadi kita minta waktu untuk itu. Saat ini, beberapa kios secara bertahap sudah siap huni. Untuk itu, sambil penyekatan berjalan, pedagang diminta untuk bergeser ke Pasar Kliwon. Kita memberikan waktu sampai akhir bulan ini mengosongkan Pasar Prapanca,” katanya.

Ruby menjelaskan, Pemkot Mojokerto melakukan revitalisasi sentra perekonomian yang dikenal dengan Pasar Cakarayam tersebut. Proyek yang bersumber dari dana Tugas Pembantuan (TP) dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) senilai Rp4 miliar itu telah naik lelang pada pekan ini.

“Setelah steril dari pedagang, bangunan pasar akan diratakan dengan tanah. Diperkirakan, proses tender kurang lebih satu bulan dan perkirakan minggu pertama bulan Agustus sudah ada pemenang serta kontrak kerja. Jadi, pertengahan Desember nanti sudah selesai penggarapannya,” jelasnya.

Menurutnya, para pedagang loak uang sudah direlokasi ke Pasar Kliwon tersebut tidak akan kembali karena sudah ada kesepakatan antara pedagang dan Wali Kota Ika Puspitasari dalam musyawarah pada Minggu (14/7/2019). Namun para pedagang minta jaminan lokasi baru jika terjadi penurunan penghasilan.

“Kalau enam bulan setalah relokasi ini misalnya nanti justru lesu omsetnya dibanding di lokasi lama, maka kita siapkan lahan seluas 3 hektar di Jalan Ketidur, Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajuritkulon, Kota Mojokerto untuk dijadikan sebagai sentra perekonomian,” tegasnya.

Walikota Mojokerto Ika Puspitasari menambahkan, penyediaan lokasi di Jalan Ketidur paling cepat direalisasi tahun depan. Sebab, tahun ini baru sebatas pelebaran jalan. “Tahun tahun ini saya lebarkan dulu jalannya, dari 4,5 (meter) jadi 9,5 (meter). Setelah jalan, terus kita uruk lahan,” tambahnya.

Lokasi tersebut nantinya akan dijadikan sebagai sentra ekonomi. Untuk komoditas penjualannya menyesuaikan kebutuhan warga di Kota Onde-Onde. Termasuk sentra loak dan barang bekas. Walikota menambahkan, karena luasnya 3 hektar sehingga bisa dijual komoditi sesuai kebutuhan warga Kota Mojokerto. [tin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar