Politik Pemerintahan

Polemik Ketua PDIP Surabaya

PDIP Jatim: Adi Sutarwijono adalah Whisnu Sakti, Whisnu Sakti adalah Adi Sutarwijono

Ketua DPD PDIP Jatim Kusnadi

Surabaya (beritajatim.com) – Ketua DPD PDIP Jatim Kusnadi menegaskan bahwa tidak ada permasalahan antara Ketua DPC PDIP Kota Surabaya demisioner, Whisnu Sakti Buana dan Ketua DPC PDIP Kota Surabaya yang direkom DPP PDIP, Adi Sutarwijono.

“Tidak ada masalah apa-apa mereka berdua. Adi Sutarwijono adalah Whisnu Sakti Buana, begitu pula Whisnu Sakti Buana adalah Adi Sutarwijono. Mereka berdua satu kesatuan dan turut berjuang bersama dalam Pilgub Jatim dan Pileg kemarin,” kata Kusnadi di kantor DPD PDIP Jatim ketika ditanya wartawan apakah ada langkah DPD PDIP Jatim untuk mendamaikan kedua kubu, usai memanggil 31 PAC PDIP se-Surabaya, Minggu (14/7/2019).

Kusnadi juga menegaskan, formasi kepengurusan DPC PDIP Surabaya belum disahkan, karena masih status diskors. Nanti akan dilakukan Konfercab Lanjutan bersama dengan DPC PDIP Kabupaten Bojonegoro.

“Karena Konfercab Surabaya belum tuntas, maka belum disahkan rekomendasi rancangan calon ketua, sekretaris dan bendahara yang diterbitkan DPP PDI Perjuangan. Sesuai AD/ART pengesahan ketua itu untuk DPC melalui Konfercab dan untuk DPD melalui Konferda. Jadi, ini belum tuntas, kemarin kan mandek,” tukasnya.

Maka dari itu, kata Kusnadi, DPP telah memerintahkan kepada DPD agar menyempurnakan Konfercab di Jatim yang masih tersisa tiga daerah yakni Surabaya, Bojonegoro dan Banyuwangi. Khusus untuk Banyuwangi, rekom DPP PDIP belum turun.

Kemudian PAC di tiga daerah itu, dipanggil ke DPD untuk diberikan sosialisasi kembali Peraturan Partai No 28/2019 tentang konsolidasi PDIP melalui pembentukan DPC DPD dalam rangka Kongres ke V PDIP.

Setelah hasil sosialisasi aturan ini dilaporkan ke DPP, selanjutnya Konfercab lanjutan akan digelar kembali sebelum tanggal 27 Juli. Pemilihan waktu dan yang memimpin Konfercab lanjutan tetap DPP PDIP. Pada 27 Juli adalah jadwal Konferda DPD PDIP Jatim

“Besok kami buat surat ke DPP untuk melaporkan bahwa sudah dilaksanakan sosialisasi, tinggal DPP kapan akan menjadwalkan Konfercab lanjutan bagi Surabaya,” katanya.

Kusnadi menegaskan, dari tiga daerah itu, yang tahapan Konfercab tinggal penetapan Ketua, Sekretaris, dan Bendahara adalah daerah Bojonegoro dan Surabaya. “Kemarin sudah sampai demisioner untuk Surabaya dan Bojonegoro, setelah demisioner ini maka dilanjutkan penetapan Ketua baru,” tuturnya.

Terkait Konfercab lanjutan ini apakah dimungkinkan ada pembatalan atau meneruskan nama-nama yang sudah direkomendasi DPP, Kusnadi mengaku tidak memiliki kewenangan menjawabnya, ini karena kewenangan ada di tangan DPP. “Tadi ada yang minta, tapi kami tidak punya kewenangan karena yang memimpin Konfercab harus DPP. Segala keputusan ada di DPP,” katanya.

Sekadar diketahui, DPD PDIP Jatim diperintah DPP untuk mengumpulkan PAC se-Surabaya mensosialisasikan Peraturan Partai nomor 28 tahun 2019 tentang mekanisme pembentukan DPC, DPD menuju Kongres V. Ini setelah PAC terbelah ada yang menolak dan menerima rekom DPP yang menunjuk Adi Sutarwijono sebagai Ketua DPC PDIP Kota Surabaya. [tok/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar