Politik Pemerintahan

Adi Sutarwijono Pimpin PDIP Surabaya

PDIP Bulak Bergolak, Sikap Ketua PAC Tolak Keputusan Megawati Dilawan

Surabaya (beritajatim.com) – Jajaran sejumlah Pengurus Anak Cabang (PAC) tingkat kecamatan PDIP di Kota Surabaya terus menyolidkan diri untuk mengamankan penunjukan DPP PDI Perjuangan yang menugaskan adanya kepengurusan baru di Kota Surabaya.

Misalnya di PAC Kecamatan Bulak. Para pengurus PAC tersebut membuat pernyataan sikap yang memprotes sikap Ketua PAC PDIP Kecamatan Bulak, Riswanto yang tak pernah menggelar rapat untuk memutuskan pengusulan nama calon Ketua DPC PDIP Kota Surabaya.

Jajaran PAC Bulak juga merasa tak dilibatkan dengan sikap yang diambil Riswanto yang menolak nama ketua, sekretaris dan bendahara yang telah diputuskan oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

“Kami pengurus PAC, ranting dan anak ranting Kecamatan Bulak menolak keputusan dan sikap sepihak Saudara Riswanto selaku Ketua PAC Bulak, dikarenakan tidak pernah ada rapat untuk penjaringan calon Ketua DPC PDIP Surabaya periode 2019-2024,” tegas Wakil Ketua PAC PDIP Kecamatan Bulak, Yosef Aji Haryadi dalam pernyataannya yang divideokan dan beredar luas sejak Senin (8/7/2019) malam.

Pernyataan sikap itu disampaikan di Posko PDIP, Jalan Tambak Deres Surabaya. Turut hadir mendukung pernyataan sikap itu antara lain Sekretaris PAC PDIP Kecamatan Bulak, Herman Effendi.

Dalam pernyataan sikap bersama itu, Yosef menjelaskan, surat pernyataan tersebut dibuat untuk meluruskan berita di media tentang sikap PAC Bulak yang menolak hasil keputusan DPP PDIP terkait kepengurusan baru Kota Surabaya.

“Surat pernyataan ini kami buat guna meluruskan kabar di media tentang penolakan hasil keputusan DPP PDI Perjuangan dari PAC Bulak,” ujarnya.

“Dan kami siap sebagai kader partai mendukung dan mengamankan keputusan DPP PDI Perjuangan tentang ketua, sekretaris, bendahara,” imbuh Yosef.

Diberitakan sebelumnya, Ketua PAC PDIP Bulak Riswanto saat dikonfirmasi media menyatakan menolak rekomendasi DPP PDIP yang ditandatangani basah oleh Ketua DPP PDIP Megawati Soekarnoputri.

“Kami selaku utusan Konfercab menolak karena tidak sesuai dengan mekanisme partai, yakni Peraturan Partai nomor.28/2019,” kata Riswanto ketika dihubungi media.

Seperti diketahui, DPP PDIP menyatakan ada tiga nama yang ditunjuk menjadi ketua, sekretaris dan bendahara PDIP Surabaya yaitu Adi Sutarwijono, Baktiono dan Taru Sasmita. Kebijakan DPP PDIP itu ditolak sebagian PAC di Kota Surabaya. Namun, tak sedikit pula PAC yang mendukung kebijakan DPP tersebut. [tok/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar