Politik Pemerintahan

PCNU Ingin Bentuk Kaukus NU di DPRD Jember

Jember (beritajatim.com) – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Jember, Jawa Timur, ingin menyatukan seluruh legislator yang berlatar belakang NU di DPRD setempat.

“Nanti akan terbentuk semacam kaukus NU di DPRD Jember. Tidak hanya (legislator) dari PKB dan PPP. Kita ketahui Ketua Nasdem Jember adalah Wakil Ketua PCNU Kencong. Pak Marzuki Abdul Ghofur dan putra-putranya dulu juga di PKB berlatar belakang NU. Bahkan di PDI Perjuangan pun, kalau kita lihat konteks amaliyahnya itu adalah amaliyah NU,” kata Ketua Tanfidz PCNU Jember Abdullah Syamsul Arifin.

Kaukus NU di DPRD Jember akan membicarakan program-program keumatan, yang terkait dengan kepentingan warga nahdliyyin sebagai warga mayoritas di kota ini. “Jadi ketika program-program itu bersentuhan dengan kepentingan NU, sesungguhnya sama artinya dengan membangun Jember,” kata Abdullah.

Kaukus NU akan memegang peran penting di DPRD Jember, terutama setelah tak ada kekuatan dominan di parlemen. Jumlah kursi Partai Kebangkitan Bangsa, Nasional Demokrat, Gerindra, PDI Perjuangan, Partai Keadilan Sejahtera, dan Partai Persatuan Pembangunan relatif berimbang, pada kisaran lima hingga delapan kursi.

“Karena tidak ada yang dominan, maka mereka harus siap bekerjasama dengan siapapun yang memiliki kesamaan visi dan misi. Kalau pun terjadi perbedaan, itu hanya teknis dan dalam platform sementara,” kata Abdullah.

“Anggota DPRD Jember yang berbeda hanya latar belakang partai politik, yang masing-masing walau pun memiliki platform dan program kerja yang berbeda dalam narasi dan berbeda dalam ketentuan normatif acuannya, tapi secara universal tujuannya sama: untuk kebaikan masyarakat. Siapapun yang terpilih jadi anggota Dewan, dari partai politik manapun, harapannya melaksanakan tugas-tugas legislasi dengan baik,” kata Abdullah.

“Tidak harus melihat partai pendukung pemerintah atau oposisi, yang namanya anggota legislatif harus memainkan fungsi legislasi dengan tepat. Juga fungsi pengawasan untuk mengontrol kinerja pemerintah,” kata Abdullah. [wir/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar