Politik Pemerintahan

Pasar Legi Ponorogo Dikosongkan, Januari Rata Dengan Tanah

Sebuah papan pengumuman terpasang di pintu masuk gedung Pasar Legi sejak Minggu (6/1/2019) pagi. gedung ini telah ditutup dan akan segera diratakan dengan tanah untuk didirikan lagi bangunan pasar pengganti yang terbakar 2017 lalu.

Ponorogo (beritajatim.com) – Gedung Pasar Legi akan rata dengan tanah pada Januari ini. Bangunan yang terbakar jelang lebaran 2017 lalu akan diserahkan kepada BPKAD Ponorogo untuk diappraisal dan dilelang pekerjaan pembongkarannya. Setelah itu, akan segera dibangun gedung barunya.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro (Perdagkum) Ponorogo Addin Adhanawarih, Minggu (6/1/2019) mengatakan, sesuai dengan syarat dari pemerintah pusat bahwa untuk pembangunan gedung baru Pasar Legi maka Pemkab Ponorogo harus melakukan sejumlah kegiatan. Di antaranya membersihkan lahan yang akan dibangun gedung baru, menyiapkan Detailed Engineering Design (DED), melakukan serangkaian analisa mengenai dampak lingkungan (amdal) dan melakukan relokasi pedagang.

“Semua itu dengan dana APBD yang merupakan pendamping dari dana yang akan dikucurkan dari pusat. Kalau hal-hal tersebut dan syarat dokumen lainnya ada, maka dana segera turun. Lelang melalui pihak terkait akan dilakukan kalau gedung pasar sudah diratakan dengan tanah. Dan untuk itu BPKAD (Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah) yang berperan mengappraisal (menghitung) sehingga bisa dilelang. Paling lambat akhir Januari ini (gedung) Pasar Legi (yang terbakar) akan rata dengan tanah,” terang Addin.

Addin menerangkan, pemerintah pusat telah menyiapkan dana sebesar Rp 244 miliar untuk pembangunan gedung baru Pasar Legi Ponorogo. Pekerjaan pembangunan akan memakan waktu sekitar satu tahun atau tahun tunggal. “Rencananya akan jadi bangunan empat lantai dengan daya tampung sekitar 5 ribu pedagang,” ungkapnya.

Dikatakannya, dalam rencana yang ada gedung baru tersebut akan berdiri dari ujung selatan dekat perempatan hingga ke pasar eks pengadilan yang saat ini merupakan lahan parkir dan bongkar muat dagangan. Area parkir untuk kendaraan juga akan tersedia di setiap lantai demi memudahkan para pembeli. Tangga dan jalan menuju tiap lantai dirancang landai sehingga tidak menyulitkan arus naik dan turun para pedagang maupun pembeli. “Ada juga rencana memasang lift. Tapi masih dalam pertimbangan karena biaya operasionalnya mahal,” kata Addin.

Dari pantauan, saat ini gedung Pasar Legi sudah benar-benar kosong. Tidak ada lagi aktifitas perdagangan di lokasi tersebut. Hanya terlihat beberapa pekerja yang melepas atap galvalum untuk dipakai di pasar darurat. Sebuah banner berukuran sekitar 1 x 2 meter tampak terpasang di utara pintu masuk. Benner ini berisi pengumuman bahwa Pasar Legi pindah ke lokasi darurat di Jalan Dr Cipto Mangunkusumo, Kelurahan Keniten, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo, tepatnya di atas lahan bekas RSUD Harjono. [dil/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar