Politik Pemerintahan

Panitia Rekrutmen Perangkat Desa Cekok Angkat Bicara

Panitia rekrutmen perangkat desa Cekok ditemui komisi A DPRD Ponorogo. [foto: Endra Dwiono]

Ponorogo (beritajatim.com) – Komisi A DPRD Ponorogo akhirnya memanggil panitia rekrutmen perangkat desa Cekok. Selain panitia, para wakil rakyat tersebut juga memanggil camat Babadan selaku ketua pengawas perekrutan perangkat desa.

Mereka dipanggil terkait dengan aduan sebagian warga Cekok pada Rabu (13/11/2019). Warga protes atas hasil perekrutan perangkat desa yang diduga kental akan aroma nepotisme. “Kami sudah menjalankan seleksi perangkat di Desa Cekok ini sesuai dengan mekanisme yang ada,” kata Ketua Panitia Perekrutan Perangkat Desa Cekok Eko Nugroho, saat ditemui di Kantor DPRD Ponorogo, Jumat (15/11/2019).

Pelaksanaan perekrutan perangkat desa ini, kata Eko mengacu pada Perda Nomor 3 tahun 2017, Perbup Nomor 70 tahun 2018 dan Perdes Nomor 5 tahun 2019. Panitia berkomitmen untuk menjalankan penyelenggaran tes sesuai dengan aturan. “Jadi anak perangkat atau Kades menurut aturan boleh mengikuti rekrutmen. Yang tidak boleh mendaftar keluarga panitia hingga derajat kedua,” katanya.

Eko menambahkan, saat mengoreksi jawaban serta pengumuman hasil, juga dilaksanakan di hadapan peserta tes. Panitia, kata Eko, sudah melakukan tugas dengan jujur, adil dan transparan. “Kami ke sini untuk menjelaskan tugas yang dilakukan panitia sudah sesuai dengan prosedur. Dan sudah melakukan tahapan hingga terakhir pengumuman hasil kepada peserta,” katanya.

Sementara itu Camat Babadan Jaka Wardaya yang juga selaku pengawas perekrutan perangkat di Desa Cekok mengungkapkan pihaknya yang terdiri dari Polsek dan Koramil Babadan serta Muspika mengikuti alur atau tahapan dari perekrutan ini. Bahkan saat Kades membentuk panitia, pihaknya juga mengikuti. “Kami mengawasi tahap demi tahap proses rekrutmen perangkat desa di Cekok ini. Kami rasa dilakukan secara terbuka dan transparan,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, puluhan warga Desa Cekok pada Rabu (13/11/2019) siang mendatangi gedung DPRD Ponorogo. Pasalnya mereka akan menyampaikan keluhannya terkait praktik nepotisme dalam rekrutmen perangkat desa ke wakil rakyat. Dihadapan anggota Komisi A DPRD Ponorogo, puluhan warga menyatakan mosi tidak percaya terhadap hasil seleksi yang dilakukan panitia perekrutan perangkat desanya. “Intinya hasil seleksi yang dilaksanakan belum memuaskan, karena kental akan aroma nepotisme,” kata Adip Ulinuha, koordinator warga.

Adip mengungkapkan, sebelumnya Pemdes Cekok membuka 10 lowongan perangkat desa. Lowongan tersebut diikuti oleh 55 pendaftar. Hasil tes, 45 orang termasuk Adip dinyatakan gagal dengan nilai rendah, yakni di bawah 50. Sementara 10 pendaftar yang lolos dengan nilai lebih dari 80. “Apa tidak janggal, 10 orang yang lolos itu semua merupakan kerabat dari perangkat desa dan kades,” katanya. [end/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar