Politik Pemerintahan

Panitia Angket Undang Pensiunan Kepala Dinkes Jember

Mantan Kadinkes Jember Oolong Fajri Maulana

Jember (beritajatim.com) – Panitia Angket DPRD Jember mengundang mantan Kepala Dinas Kesehatan, Oolong Fajri Maulana, dalam rapat dengar pendapat di ruang Komisi B, Kamis (9/1/2020).

Oolong dimintai keterangan mengenai seputar persoalan birokrasi di tubuh Pemerintah Kabupaten Jember. Dia adalah pelapor sejumlah persoalan birokrasi kepada Komisi Aparatur Sipil Negara dan Kementerian Dalam Negeri. Laporannya membuat Kemendagri dan KASN menurunkan tim pemeriksaan khusus untuk menyelidiki laporan itu.

Wakil Ketua Panitia Angket Siswono mengatakan, pihaknya ingin tahu bagaimana sesungguhnya persoalan birokrasi di Jember. Apalagi Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian sendiri yang langsung menerbitkan surat teguran yang memerintahkan pencabutan belasan surat keputusan mutasi dan 30 peraturan bupati mengenai kedudukan susunan organisasi dan tata kerja organisasi pemerintah daerah di tubuh Pemkab Jember.

Siswono tak mau mengambil memaparkan bagaimana penyelesaian akhir dari semua persoalan itu. “Ini masih dalam proses penyelidikan. Saya sendiri sangat tertarik dengan temuan-temuan Dokter Oolong,” katanya.

Panitia Angket menerima sejumlah fotokopi dokumen terkait persoalan itu. Nantinya nama-nama yang disebut dalam keterangan Oolong akan ikut dimintai konfirmasi.

Oolong sendiri kepada pers mengatakan, bahwa terjadi anomali birokrasi di Jember. “Tidak sesuai dengan teori. Birokrasi sebenarnya sudah ada aturannya, sudah ada sistem, standar prosedur operasinya sudah komplit,” katanya.

Dia menyerahkan kepada Panitia Angket untuk menelisik lebih dalam persoalan di tubuh birokrasi. Oolong sendiri tidak khawatir telah melaporkan persoalan birokrasi kepada Mendagri dan KASN. [wir/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar