Politik Pemerintahan

Pamekasan Dikukuhkan sebagai KSB di Jatim

Pamekasan (beritajatim.com) – Kabupaten Pamekasan dikukuhkan sebagai salah satu Kampung Siaga Bencana (KSB) di wilayah Provinsi Jawa Timur, demi menunjang sekaligus melindungi masyarakat dari kerentanan bencana alam.

KSB Arek Lancor tersebut, merupakan satu dari 34 KSB yang tersebar di seluruh daerah di Jawa Timur. Secara resmi dikukuhkan dalam kegiatan pengukuhan dan simulasi yang digelar di Lapangan Kelurahan Patemon, Kecamatan Pamekasan, Sabtu (3/8/2019) kemarin.

Program tersebut merupakan salah satu program unggulan dari Kementerian Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Jawa Timur. Dimana KSB Arek Lancor juga mendapat bantuan sebesar Rp 85,7 juta yang diserahkan langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jatim, Beru Tjahjono.

“Terima kasih kepada Pak Sekda Provinsi (Jatim) dan Kadinsos Jatim beserta rombongan yang telah mengukuhkan kabupaten Pamekasan sebagai Kampung Siaga Bencana (KSB),” kata Bupati Pamekasan, Badrut Tamam.

Selain itu pihaknya berharap dengan adanya KSB Arek Lancor, nantinya diharapkan bisa menunjang berbagai program di daerah berslogan Bumi Gerbang Salam, khususnya di sektor penanggulangan bencana. “Alhamdulillah acara berjalan lancar, dan semoga Pamekasan semakin sejahtera lahir batin,” harapnya.

Sementara Sekda Provinsi Jatim, Beru Tjahjono menyampaikan KSB sebagai salah satu program unggulan dari Kemensos Jatim. “Adanya program ini sebagai upaya melindungi masyarakat dari kerentanan bencana, esensinya yaitu keterlibatan masyarakat setempat dalam pelaksanaan penanggulangan bencana,” ungkapnya.

“Seperti kita ketahui bersama, adanya bencana menimbulkan kerugian yang sangat besar kepada masyarakat. Apalagi kerugian tersebut tidak hanya akibat rusaknya harta benda, tetapi juga kadangkala berakibat pada korban jiwa,” jelasnya.

Dari itu, melalui KSB Arek Lancor nantinya masyarakat bisa berpartisipasi secara langsung untuk bersama-sama meminimalisir akibat dari berbagai jenis bencana.

“KSB saat ini sudah tersebar di 34 lokasi di Jawa Timur, dengan harapan agar masyarakat lebih terlatih dan lebih siap bila sewaktu-waktu ada bencana yang melanda kampung mereka,” pungkasnya. [pin/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar