Politik Pemerintahan

Pabrikan Ambil Sampel Melebihi Ketentuan Bakal Ditindak Tegas

Pamekasan (beritajatim.com) – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan, menegaskan bakal menindak tegas pihak pabrikan yang mengambil sampel tembakau petani melebihi ketentuan dan regulasi yang berlaku.

Hal itu disampaikan memasuki musim panen tembakau, sekaligus masa pembelian tembakau petani oleh pihak pabrikan. Terlebih kasus seperti itu, justru seringkali terjadi setiap masa pembelian yang cenderung merugikan para petani tembakau.

Berdasar regulasi yang tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2015 tentang Tata Niaga, Budaya, dan Perlindungan Tembakau Madura. Dalam Pasal 16 Ayat 2 dijabarkan bahwa pengambilan sampel tembakau tidak boleh lebih dari 1 kilogram (kg).

Hanya saja praktiknya, pengambilan sampel tembakau yang dilakukan pihak pabrikan seringkali lebih dari batas wajar berdasar regulasi. Kondisi tersebut bahkan selalu menjadi ‘momok’ bagi para petani tembakau di Madura, khususnya di daerah berslogan Bumi Gerbang Salam.

“Kami tegaskan bahwa pengambilan sampel tembakau oleh pihak pabrikan, maksimal 1 kg sesuai dengan perda tentang tata niaga tembakau. Sehingga nantinya tidak merugikan terhadap masyarakat khususnya para petani tembakau,” kata Kabid Perlindungan Konsumen Disperindag Pamekasan, Imam Hidajat, Kamis (15/8/2019).

Tidak hanya itu, pihaknya juga berjanji bakal menindak tegas pihak pabrikan yang mengambil sampel tembakau melebihi ketentuan. “Kami akan bertindak tegas terhadap pabrikan yang mengambil sampel tembakau lebih dari 1 kg sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku,” tegasnya.

“Namun sebelum memberikan tindakan tegas, tentunya kami juga akan menerapkan sesuai prosedur. Semisal memberikan peringatan, mulai peringatan ringan hingga keras. Apabila sampai tiga kali tidak diindahkan, maka langsung kita tindak tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” pungkasnya. [pin/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar