Politik Pemerintahan

NU Jatim Ajak Masyarakat Berpikir Sehat dan Jaga Adab

Pamekasan (beritajatim.com) – Ketua PWNU Provinsi Jawa Timur, KH Marzuki Mustamar mengajak masyarakat agar berpikir sehat dengan tidak mengedepankan nafsu dalam menentukan pilihan, sekaligus menjaga adab terhadap sesama.

Hal itu disampaikan ketika memberikan sambutan dalam kegiatan peringatan Harlah ke-96 Nahdlatul Ulama (NU) yang dikemas dalam program Turba PWNU Jatim, sekaligus Konsolidasi PCNU se-Madura di kompleks Pondok Pesantren Miftahul Anwar, Desa Pamoroh, Kecamatan Kadur, Pamekasan, Sabtu (6/4/2019) kemarin.

“Mari kita berpikir secara sehat dan bukan menggunakan nafsu dalam menentukan pilihan, kita harus bersama-sama agar tetap menjaga adab kepada sesama manusia tanpa saling menyalahkan antara satu dengan lainnya,” kata KH Marzuki Mustamar.

Dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga membacakan ikrar kesetiaan Nahdiyin dan pengurus NU agar tetap solid menegakkan agama Islam, menyebarkan ajaran Ahlussunnah wa al-Jama’ah (Aswaja). “Kita harus hormat kepada ulama dan tetap setia menjaga NKRI yang berasaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945,” ungkapnya.

Pihaknya juga sangat menyampaikan kekecewaannya atas insiden yang menimpa KH Ma’ruf Amin, di Desa Jambaringin, Kecamatan Proppo, Pamekasan, beberapa waktu lalu. Apalagi peristiwa tersebut terjadi di Madura, yang notabene kultur masyarakatnya senantiasa menjunjung tinggi adab dan etika.

“Madura ini penuh dengan adab dan bahkan sangat beradab, orang jika mau bertemu ulama sandalnya dari jauh sudah dilepas dan menunduk penuh adab. Tapi kemarin (insiden Kiai Ma’ruf) kok seperti itu, Madura harus dijaga, jangan mau dibodohi oleh mereka yang tidak tahu adab dan tidak sopan pada ulama dan habaib,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga mengingatkan pentingnya mewaspadai gerakan kaum Syi’ah dan Wahabi yang bertentangan dengan Aswaja yang diperjuangkan NU. “Kita diajarkan agar menghormati para sahabat, tapi Syi’ah justru memusuhi Abu Bakar, Umar bin Khattab dan Utsman bin Affan. Wahabi suka mengkafirkan orang lain, tidak suka tahlil dan diba’an, serta mentoghutkan Pancasila dan memusuhi para ulama NU,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, PWNU Jatim juga kembali menegaskan untuk mengawal jalannya Pemilu Damai melalui Surat Instruksi Nomor 146/PW/A-II/L/III/2019. Surat tersebut dibacakan langsung oleh Gus Holil Nawawi Abdul Djalil. [pin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar