Politik Pemerintahan

Nelayan Probolinggo Minta Masyarakat Tak Gaduh Menerima Putusan MK

Probolinggo (beritajatim.com)– Seruan damai menolak aksi anarkis jelang pengumuman hasil sidang Mahkamah Konstitusi (MK), disampaikan Paguyuban Nelayan Probolinggo, Selasa (25/6/2019).

Ratusan nelayan ini memilih Pelabuhan Tanjung Tembaga, Kota Probolinggo, sebagai tempat mendeklarasikan seruan damai.

Dimulai sekitar pukul 08:00 WIB. Mereka menaiki perahu dan kapal-kapal tangkap ikan sambil membentangkan poster dan spanduk bertuliskan seruan damai.

Muhamad Baidowi, salah seorang nelayan asal Kelurahan Mayangan, Kota Probolinggo, mengatakan, aksi damai ini untuk menghimbau masyarakat agar tidak terpengaruh aksi- aksi demo memecah belah persatuan bangsa.

“Lebih baik kita bekerja untuk menafkahi keluarga. Buat apa kita melakukan aksi demo? Yang ada hanya menjadi membuat negeri ini menjadi tidak aman” katanya.

Sementara itu Zainul Fathoni, ketua Paguyuban Nelayan Probolinggo, menyatakan, deklarasi untuk memastikan situasi kondusif di tengah beredarnya isu aksi demo jelang putusan MK pada 27 juni mendatang.

“Intinya, kami nelayan Probolinggo, mengimbau kepada seluruh elemen masyaralat, untuk tidak ikut- ikutan aksi demo atau apapun. Kita harus menerima siapapun nanti hasil putusan dari MK”, ujar Zainul.

Usai melakukan deklarasi damai tersebut, para nelayan kembali melakukan kegiatan bekerja seperti biasanya. (eko/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar