Politik Pemerintahan

Namanya Masuk Bursa Caketum PBNU, Ini Tanggapan Gus Fahrur

KH Ahmad Fahrur Rozi alias Gus Fahrur

Surabaya (beritajatim.com) – Nahdlatul Ulama (NU) adalah organisasi tradisional yang sangat besar dan memiliki banyak kader potensial untuk menjadi pemimpin utama PBNU.

Tradisi demokratis di organisasi yang dipimpin kalangan kiai ini juga terbukti telah berjalan sangat baik. Event Muktamar mendatang sebagai forum tertinggi untuk memilih pemimpin baru setiap lima tahun juga terbukti telah berjalan sangat dinamis.

Mukatamar NU mendatang akan diselenggarakan sekitar bulan Oktober tahun 2020 di Lampung. Dan, kini telah mulai muncul kemeriahannya. Salah satu kemeriahan utamanya adalah bursa kandidat calon ketua umum. Ada banyak nama yang telah beredar di berbagai media maupun forum-forum diskusi WhatsApp Group (WAG).

Di antara tokoh berkulitas serta kiai berpengaruh dari Jawa Timur di bursa kandidat Ketua Umum PBNU adalah KH Hasan Mutawakkil Alallah (Pengasuh Ponpes Zainul Hasan Genggong Probolinggo), KH Marzuki Mustamar (Ketua PWNU Jatim), KH Ali Maschan Moesa (mantan Ketua PWNU Jatim), Saifullah Yusuf/Gus Ipul (Ketua PBNU) dan KH Ahmad Fahrur Rozi/Gus Fahrur (Wakil Ketua PWNU Jatim/Ketua Ikatan Gus-gus Indonesia).

Berikut wawancara beritajatim.com dengan Gus Fahrur:

Nama Anda masuk di bursa Calon Ketua Umum PBNU, bagaimana tanggapan Anda?

“Ya, saya manut para kiai sepuh, jika memang dikehendaki. Semua nama yang masuk bursa calon, mereka adalah putra terbaik NU. Siapapun yang terpilih, saya siap membantu. Saya ingin dilakukan upaya membuka dialog dengan pihak yang selama ini tampak berseberangan. Semisal NU Garis Lurua, NU Penegak Khittah, NU Dzurriyah dan lainnya,” ujar Gus Fahrur saat dikonfirmasi beritajatim.com, Jumat (7/2/2020).

Apa yang ingin Anda lakukan jika terpilih memimpin NU ke depan?

“Saya ingin NU konsen kembali di bidang dakwah dan pendidikan, memajukan pesantren dan mengayomi semua dengan tidak ikut percaturan partai politik. PBNU harus menjadi rumah yang nyaman untuk semua anak NU dari berbagai partai,” pungkas Ketua Himpunan Alumni Santri Lirboyo (HIMASAL) Wilayah Jatim 2016-2019 ini. [tok/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar