Politik Pemerintahan

Muncul ‘Capres’ Nurhadi-Aldo, Suko Widodo: Itu Wujud Kekecewaan Publik

Dr Suko Widodo

Surabaya (beritajatim.com) – Munculnya Capres dan Cawapres fiktif 2019 Nurhadi-Aldo membuat masyarakat terhibur dengan guyonan recehnya. Pasalnya capres fiktif bernomor 10 ini memberikan statemen candaan terkait keadaan politik saat ini.

Menanggapi hal itu, pakar komunikasi politik, Suko Widodo menilai bahwa fenomena Nurhadi-Aldo merupakan hal yang wajar.  Hal itu berlandaskan dimana situasi politik jenuh yang terjadi dalam suatu negara. “Kalau secara komunikasi, massa itu pengaruhnya pada opini dan sikap orang. Kemudian kenapa muncul sikap nyeleneh yang berbeda itu karena dia tidak menyukai keadaan,” tuturnya.

Suko Widodo mencontohkan fenomena ini seperti yang dialami Negara Rusia, dimana waktu itu situasi politik di sana dirasa jenuh. “Munculnya mereka netral dan itu persis dengan keadaan di Rusia dulu ketika negara dalam situasi politik yang jenuh lahirlah buku ‘Mati Ketawa ala Rusia’,” jelasnya.

Satir publik atau sindiran publik yang merespon terhadap kebijakan sebuah negara biasanya muncul seperti itu. “Misalnya parpol sebagai lembaga komunikasi politik, namun tidak mampu menampung pemikiran Nurhadi. Nah, ketika ada media baru yang aman untuk berpendapat, dia curahkan semua. Tapi, lantaran takut dihukum makannya dia membuat seperti itu,” jelas Suko Widodo.

Saat ditanya berpengaruh atau tidaknya, Suko Widodo mengaku hal ini bisa mempengaruhi masyarakat ketika orang tidak mendapatkan ide dari siapapun maka idenya bisa netral bisa memilih bahkan bisa saja golput. “Bahaya atau nggak tidak tahu, namun secara ilmiah bisa saja dia memiliki cara sikap yang lain dengan tidak memilih karena kecewa pada kekuatan mainstream yang ada,” paparnya. [ifw/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar