Politik Pemerintahan

MUI Jatim Himbau Pejabat Tak Salam Semua Agama, Wagub Jatim : Ini Ranahnya Ulama

Wakil Gubenur (Wagub) Jawa Timur, Emil Dardak. [Foto: misti/beritajatim]

Mojokerto (beritajatim.com) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur mengeluarkan imbauan agar pejabat tak menggunakan salam semua agama dalam acara resmi. Wakil Gubenur (Wagub) Jawa Timur, Emil Dardak menegaskan, jika itu ranahnya ulama.

“Ini masih ada dialektika di kalangan para ulama. jadi kita menghormati proses yang masih berlangsung tersebut,” ungkapnya ditemui usai upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Korps Brimob Polri di Lapangan Pendopo Agung Trowulan, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Kamis (14/11/2019).

Masih kata Emil, tentunya saat ini semua harus menyadari bahwa proses pendalaman itu sudah dilaksanakan, tidak langsung seperti menggantikan begitu saja. Pastinya, lanjut orang nomor dua di Jawa Timur ini, ada dialog yang terjadi di para ulama.

“Ini ranahnya umat. Kami tentunya akan mengikuti. Untuk saat ini kita hormati prosesnya yang sedang terjadi di para ulama. Pemerintah pusat pasti juga mengikuti dialektika itu, dan pasti menyerap semua aspirasi. Kami sebagai aparat di daerah akan mengikuti perkembangan dan menunggu bagaimana sikap resmi pemerintah,”tandas Wagub.

Terkait salam untuk semua agama saat membacakan amanat Kapolri Jenderal Pol Idham Azis, menurutnya itu dilakukan lantaran ia membacakan amanat Kapolri Jenderal Pol Idham Azis. Sehingga harus membacakan semua teks yang ada dalam amanat tersebut.

“Saya membacakan sambutan Kapolri jadi saya bacakan teks per teks, saya bacakan karena ini upacara formal kenegaraan dimana tentunya sebagai pejabat negara saya hormati,” tegasnya.[tin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar