Politik Pemerintahan

Muhammadiyah Minta Parlemen Perjuangkan Islamic Center

Jember (beritajatim.com) – Pengurus Daerah Muhammadiyah Kabupaten Jember, Jawa Timur, berharap anggota DPRD setempat periode 2019-2014 bisa memperjuangkan pembangunan gedung pusat kegiatan keislaman (Islamic Center).

Ketua PD Muhammadiyah Jember Kusno ingin kegiatan keberagamaan bisa mendapat perhatian dari pemerintah. “Kalau kita berpikir lebih urgen, kalau perlu Islamic Center di-back up dalam sebuah peraturan daerah, sehingga kita punya bayangan, pusat kegiatan keberagamaan bisa jadi satu. Karena itu fungsi ormas dan pemerintah bisa bersinergi,” katanya.

Saat ini Pemerintah Kabupaten Jember hendak membangun asrama haji. Kusno membayangkan fungsi asrama haji bisa diperluas menjadi pusat pengembangan keagamaan yang diperkuat oleh sebuah peraturan daerah.

“Kalau kemudian dimunculkan di dalam satu kompleks ada kantor MUI, FKUB, IPHI, DMI, Baznas, saya kira itu jauh lebih elegan dan sangat bermanfaat besar. Syukur kalau kemudian ormas difasilitasi sarana dan prasarana yang merupakan bagian dari kemitraan dengan pemerintah. Di situ ada kantor perwakilan NU, kantor perwakilan Muhammadiyah, ada kantor perwakilan Muslimat, Aisyiyah, dan ormas lainnya,” kata Kusno.

Jika itu terwujud, Kusno yakin kegiatan keberagamaan akan semarak. “Dan itu butuh support dari DPRD Jember terkait fungsi budgeting,” katanya.

Kusno menyebut itu Islamic Center Plus. “Saya sering mendengar keluh kesah teman-teman, masa FKUB tidak punya kantor,” katanya. [wir/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar