Politik Pemerintahan

Money Politic Jadi Fokus Bawaslu Kota Mojokerto di Pemilu 2019

Mojokerto (beritajatim.com) – Pelanggaran money politic masih menjadi fokus pengawasan yang dilakukan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Mojokerto. Sehingga Bawaslu Kota Mojokerto mengajak masyarakat sipil dan pers mengawal penyelenggaraan pemilu melalui pengawasan partisipatif.

Masih ditemuinya pelanggaran dari peserta pemilu maupun partai politik (parpol) menjadi salah satu alasan bagi lembaga pengawas pemilu ini memberikan fungsi pengawasan kepada masyarakat dan pers secara penuh agar terwujud pemilu yang berintegritas dan demokratis.

“Sesuai perannya, para jurnalis dapat terlibat dalam pengawasan partisipatif. Pers secara independen dapat mengawasi penyelenggaraan pemilu. Ini bagian dari upaya kita bersama untuk mengawal penyelenggaraan pemilu untuk menciptakan pemilu yang berintegritas dan demokratis,” ungkap Ketua Bawaslu Kota Mojokerto, Ulil Abshor, Jumat (8/3/2019).

Yang patut diawasi dan harus jadi atensi menjelang Pemilu 17 April mendatang, lanjut Ulil, yakni money politic. Sehingga pihaknya meminta peran semua pihak untuk melakukan pengawasan dan melaporkan jika ada temuan itu. Meskipun sejauh ini pihaknya banyak menemukan pelanggaran pemilu, utamanya terkait alat peraga kampanye (APK).

“Kami minta kepada seluruh elemen masyarakat dan media massa untuk membantu dalam hal pengawasan Pemilu. Laporkan kepada Bawaslu apabila ada dugaan pelanggaran pemilu. Sesuai motto, ‘Bersama rakyat awasi Pemilu dan bersama Bawaslu tegakkan keadilan Pemilu,” katanya. [tin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar