Politik Pemerintahan

Ketua NU Jember Abdullah Syamsul Arifin

Mitos Kegagalan Cabup NU di Pilkada Jember Harus Diruntuhkan

Jember (beritajatim.com) – Ketua Pengurus Cabang NU Jember Abdullah Syamsul Arifin heran, karena sampai saat ini belum pernah ada bupati di daerah tersebut yang berlatarbelakang kader organisasi tersebut.

“Untuk di tapal kuda ini, hampir semua bupatinya berlatarbelakang NU. Kecuali Jember yang justru posisi NU sangat dinamis, namun dalam hal ini untuk jabatan bupati belum pernah dari NU,” kata Syamsul kepada beritajatim.com, Jumat (17/5/2019).

Syamsul mencontohkan semua kepala daerah di Banyuwangi, Lumajang, Probolinggo, Pasuruan, dan beberapa daerah yang dijabat pengurus maupun aktivis NU. “Tinggal di Jember ini tidak tahu bagaimana riwayatnya, sampai sekarang ini (belum ada kader dan pengurus NU yang yang jadi bupati). Apa ada kutukan? Kok NU belum berhasil mengusung kadernya di Jember,” katanya.

“Padahal kader potensial banyak. Tapi ketika sudah berhadapan dengan ini (pemilihan kepala daerah) selalu gagal. Mulai dari Kiai Achmad Shiddiq, Gus Yus, sampai saya sendiri,” kata Abdullah yang pernah mencalonkan diri menjadi wakil bupati pada pemilu 2010.

Abdullah yakin NU punya kekuatan untuk menempatkan kadernya menjadi bupati Jember. “Cuma karena belum waktunya juga. Belum nasibnya,” katanya.

“Makanya saya katakan tadi: kurang apa PKB dulu dapat 17 kursi, hanya mencari teman lima kursi kok tidak mampu. Apa ini kutukan? Mitos ini harus diruntuhkan dulu,” kata Abdullah menunjuk pilkada Jember tahun 2000 yang masih menggunakan sistem pemilihan oleh parlemen.

Abdullah ingin pada pilkada 2020 nanti NU bisa menempatkan kader organisasi itu di kursi bupati. “Toh di kabupaten-kabupaten lain sekitar sudah selesai semua. Di sini dari PKB, dari NU, justru belum pernah,” katanya. (wir/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar