Politik Pemerintahan

Mimpi Emil Dardak: Trenggalek Terdepan di Pesisir Selatan Pulau Jawa

Trenggalek (beritajatim.com) – Berada di Trenggalek benar-benar ada di urat nadi kehidupan masyarakat. Demikian kata Bupati Trenggalek Emil Elistianto Dardak menyebut Trenggalek.

Peraih gelar Doktor Ekonomi Pembangunan termuda di Jepang dari Ritsumeikan Asia Pacific University, pada usia 22 tahun ini akan dilantik menjadi Wakil Gubernur Jawa Timur mendampingi Gubernur Khofifah Indar Parawansa, pada 13 Februari 2019 besok. Empat hari berada di Trenggalek akan dijadikan sebagai momentum spesial bagi suami Arumi Bachsin ini.

Emil telah mengabdikan diri selama kurang lebih 3 tahun 2 bulan di Trenggalek, sejak dilantik sebagai kepala daerah, pada 16 Februari 2016 lalu. Baginya Trenggalek, selain menjadi tempat kelahiran bagi orang tua dan nenek moyangnya, juga sebagai tempat yang istimewa. Itu sebabnya, Emil memiliki mimpi besar terhadap Kota Tempe ini.

“Bahwa Trenggalek bisa menjadi yang terdepan di pesisir selatan Pulau Jawa. Alhamdulillah, Pelabuhannya sudah terbangun, sekarang jalan yang mengubungkan dari ujung barat Trenggalek di perbatasan Pacitan sampai ke Prigi juga sudah relatif bagus, walaupun tahun ini baru benar-benar akan tuntas semua,” kata Emil kepada beritajatim.com.

Emil semakin optimis mimpinya bisa terwujud. Sebab, Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti dalam kunjung kerjanya ke Trenggalek beberapa waktu lalu memuji keistimewaan Pantai Prigi.

“Bu Susi kemarin bilang, Prigi merupkan Teluk terbaik di pesisir selatan Pulau Jawa. Kita semakin optimis bahwa Trenggalek bukan daerah yang paling jauh darimana-mana, justru terdepan di pesisir selatan,” ucap Emil dengan penuh rasa optimis.

Emil merasakan banyak pengalaman berharga selama di Trenggalek yang akan menjadi bekal dan kenangan baginya beserta keluarga. Pasalnya, kedua anaknya, Lakeisha Ariestia Dardak dan Alqeinan Mahsyirputro Dardak besar di Trenggalek.

“Banyakan pengalaman dan kenangan berharga di Trenggalek. Bagaimana petani itu tidak panen, kalau tidak berikan pupuk yang tidak sesuai kondisi cuaca, artinya apakah dia akan palawija atau padi. Kita harus bisa terjun langsung mengurusi banjir dan longsor, walaupun tidak semua selesai, tetapi relatif yang besar besar ini bisa kita selesaikan dengan menggunakan ilmu pengetahuan,” bebernya.

Mimpi Emil tentang Trenggalek itu tentunya bergantung pada penerusnya Moh. Nur Arifin. Mendampingi Emil selama tiga tahun lebih, tentu banyak ilmu yang bisa diwarisi olehnya.

“Untuk penerusa saya, saya doakan agar bisa melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. Meningkatkan lagi capaian Trenggalek, karena hari esok lebih baik dari hari ini. Beliau pimpinan masyarakat Trenggalek semoga bisa membawa kesejahteraan. Saya berharap capaian hari ini bisa terus berlanjut dan lebih baik lagi ke depan,” pintanya. [nng/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar