Politik Pemerintahan

Menuju Surabaya Modern, Seni Budaya Tak Boleh Dilupakan

Surabaya (beritajatim.com) – Di tengah pembangunan Kota Surabaya yang luar biasa pesat, muncul tuntutan dari beberapa kalangan agar sektor budaya lebih diperhatikan. Tentu saja, hal itu muncul khususnya dari budayawan.

Agus Koecink misalnya. Ia memandang jika kota sebesar Surabaya seharusnya sudah memikirkan budaya dan kesenian sebagai bagian dari strategi kebudayaan untuk mensejahterakan dan mengembangkan potensi yang ada.

“Pendapat saya, bahwa sebuah salah satunya destination branding, wisata sejarah, memperhatikan komunitas seni dan budaya sebagai bagian dari dinamika,” jelasnya dalam diskusi yang digelar Surabaya Politics and Cultur Society (SPCS).

Menurut Agus, hal itu agar budaya atau kesenian tetap menjadi salah satu nafas utama dalam denyut nadi kehidupan di Surabaya. “Perlunya wadah atau ruang bagi rekreasi ‘roso’, untuk ilmu pengetahuan seperti museum yang representatif, atau bisa juga galleri,” pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, sosiolog Dhimas Anugrah pun memiliki pandangan yang kurang lebih sama. Perlu ada perhatian khusus yang diberikan Pemkot Surabaya kepada dunia seni dan budaya.

“Surabaya tampak abai terhadap potensi wisata sejarahnya. Seharusnya kota ini bisa menyamai kota-kota lain di dunia yang terkenal dengan wisata sejarah kotanya,” ujar Dhimas yang juga politisi muda Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu.[ifw/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar