Politik Pemerintahan

Mendekati Coblosan, ASN Diharapkan Bijak Gunakan Medsos

Ponorogo (beritajatim.com) – Pemilu 2019 memasuki tahapan puncak pada bulan depan. Bawaslu Ponorogo mencatat sejak tahapan kampanye dimulai September 2018, sudah ada tiga oknum ASN yang terindikasi tak netral.

Ketiga oknum ASN diduga melanggar netralitas dalam menggunakan media sosial (medsos). Mereka mengunggah potongan pemberitaan terkait pemilu. Dan Itu tidak boleh dilakukan. “Walaupun ketiganya dianggap tidak bersalah. Tetapi diharapkan aturan mengenai netralitas, bisa dipahami oleh semua ASN,” kata Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Ponorogo, Juwaini, Sabtu (30/3/2019).

Juwaini mengungkapkan, dugaan ketidaknetralan ASN itu terjadi di 2018. Untuk sementara, pada 2019 ini belum ada laporan yang masuk ke Bawaslu Ponorogo. Selain ASN, kata Juwaini, yang diharapkan netral juga untuk kepala desa (kades), serta anggota TNI dan Polri. “Pihak-pihak tersebut diharapkan bisa melaksanakan aturan netralitas tersebut,” katanya.

Masih kata Juwaini, bagi ASN yang melanggar, akan ada sanksi yang diberikan. Bawaslu dapat merekomendasi pemberian sanksi kepada oknum ASN. Sanksi yang diberikan mulai dari teguran lisan, tertulis, hingga sanksi yang terkait dengan jabatan.

“Mari kita jaga sama-sama kondusifitas Ponorogo dalam menyambut pesta demokrasi pada 17 April mendatang,” pungkasnya. [end/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar