Politik Pemerintahan

Menanti ‘Nasib’ Stadion Gelora Madura dan Persepam

Pamekasan (beritajatim.com) – Bupati Pamekasan, Badrut Tamam menegaskan tidak ada persoalan tentang penandatanganan kerjasama alias Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatanganinya bersama pihak PT Polana Bola Madura Bersatu (PBMB) seputar pengelolaan Stadion Gelora Madura Rato Pamelingan.

MoU yang ditandatanganinya bersama Direktur PT PBMB, Zia Ul Haq Abdurrahim di Mandhepa Agung Ronggosukowati, Jl Pamong Praja Nomor 1 Pamekasan, 19 April 2019 lalu. Sebagai salah satu langkah konkrit yang dilakukan melalui berbagai kajian matang, sekaligus memberikan dampak positif bagi pembangunan di daerah yang dipimpinnya.

Hanya saja kesepakatan dalam bentuk MoU tersebut, justru gagal diterjemahkan oleh pihak pemangku kebijakan sektoral (Dinas Pemuda dan Olahraga alias Dispora Pamekasan) yang akhirnya memunculkan berbagai polemik. Bahkan pihak PT PBMB juga menyatakan menarik diri sebagai calon pengelola akibat lambannya proses peralihan pengelolaan.

Padahal kesepakatan MoU antara Pemkab bersama PT PBMB sudah digelar sejak April 2019, namun Perjanjian Kerja Sama (PKS) antar kedua belah pihak baru ditanda tangani per 30 Desember 2019. Terlebih diperparah dengan penilaian sejumlah oknum yang mengatasnamankan masyarakat Pamekasan, melakukan audiensi ke Gedung DPRD setempat mempertanyakan status pengelolaan stadion yang terletak di Desa Ceguk, Tlanakan.

Bahkan dalam kesempatan Rapat Dengar Pendapat (RDP) pertama di Gedung Wakil Rakyat di Jl Kabupaten 107, salah satu anggota dewan menyatakan bakal ‘mendampingi dan mengawal’ oknum masyatakat Pamekasan, untuk memperjelas status pengelolaan stadion yang juga menghadirkan perwakilan Polres Pamekasan dan pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Pamekasan.

Sayang dalam kesempatan tersebut, pihak Pemkab Pamekasan yang diwakili Dispora setempat cenderung tidak memberikan penjelasan secara detail tentang pengelolaan stadion. Justru pihak Madura United terkesan dijadikan sebagai ‘sasaran empuk’ dalam RDP tahap satu, selanjutnya pihak Madura United secara tegas menarik diri sebagai calon pengelola pada RDP tahap kedua.

Kondisi tersebut memancing berbagai asumsi publik, pada akhirnya pihak manajemen Madura United dijadikan sebagai ‘pihak yang disalahkan’. Sehingga sejumlah perwakilan suporter dari tiga elemen berbeda melakukan silaturrahmi kepada Bupati Badrut Tamam yang digelar di Ruang Peringgitan Mandhepa Agung Ronggosukowati, Jl Pamong Praja Nomor 1 Pamekasan, Rabu (5/2/2020) malam.

Dalam silaturrahmi tersebut, Bupati Badrut Tamam memberikan waktu bagi perwakilan suporter untuk menyampaikan berbagai persoalan seputar status stadion hingga nasib Persepam. Termasuk permintaan penjelasan secara detail dari Kepala Dispora Pamekasan, Mohammad seputar tindak lanjut pengelolaan stadion.

Selanjutnya, Bupati Pamekasan mempertegas seputar kerjasama dalam bentuk MoU yang ditandatanganinya bersama pihak PT PBMB. “Intinya persoalan pengelolaan stadion, kami bertanya. MoU stadion itu antara Madura United (PT PBMB) dengan pemkab atau dengan dewan (DPRD Pamekasan), kan dengan pemkab. Kita tidak ada masalah dengan Madura United,” kata Bupati Badrut Tamam.

“Pembicaraan (lebih lanjut seputar pengelolaan stadion) akan kita sempurnakan lagi, kami tegaskan tidak ada masalah soal MoU kita dengan Madura United, paham kan. Aku padaMU,” tegas bupati muda yang akrab disapa Ra Badrut.

Sementara persoalan status Persepam yang juga menjadi materi silaturrahmi elemen suporter, Bupati Badrut Tamam menyampaikan jika dirinya sedikit mengetahui seputar kondisi tim yang saat ini gagal bermain di Liga 3. “Dalam hal ini kami perlu meluruskan beberapa hal, kami ini ketiban sial jika tiba-tiba diminta bertanggung jawab soal Persepam,” ungkapnya.

“Soal Persepam ini bukan soal teknis dan bukan pula hal mudah, mungkin anda sekalian (perwakilan supoeter), boleh tidak mendanai klub profesional dari APBD, tentu tidak boleh. Jika kami memaksa tentunya ada konsumen hukum kepada bupati,” jelasnya.

Dari itu pihaknya menyatakan komitmennya untuk segera mencarikan solusi terbaik, sekigus menjadi salah satu agendanya. “Sebelum ini kami sudah membahas persoalan Persepam, ini bukan hal mudah dengan dana yang dibutuhkan Persepam. Sehingga bahasa lainnya, kita sumbangan dan ini butuh proses, tidak bisa kami ditekan apalagi diberi deadline, yang jelas kami bersama tim akan berusaha mengumpulkan itu semua,” pungkasnya. [pin/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar