Politik Pemerintahan

Menang Terhormat Tanpa Curi Suara, Tapi Waspada

Jember (beritajatim.com) – Potensi kehilangan suara secara ilegal dalam proses penghitungan hasil pemungutan suara pemilu 2019 masih diwaspadai partai dan calon legislator. Pemilu membutuhkan komitmen kejujuran peserta.

“Dalam tiap pertemuan dengan konstituen, saya selalu sampaikan bahwa kita harus menang dengan bai dan terhormat. Kita tidak akan mencuri suara orang lain, satu suara sekalipun. Tapi kita juga tidak ingin suara kita dicuri, bahkan dirampok orang lain,” kata Charles Meikyansyah, calon legislator DPR RI Daerah Pemilihan Jember-Lumajang dari Partai Nasional Demokrat.

Charles terus berkonsolidasi dengan tim sukses jelang 17 April 2019. Terakhir, ia berjumpa dengan 700 relawan dan saksi tempat pemungutan suara di Desa Ampel, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember, Jawa Timur, 31 Maret 2019 lalu. “Akan ada banyak sekali perebutan suara di lapangan. Nanti akan ada banyak sekali godaan, rayuan, dari tim atau caleg lain yang datang ke rumah warga. Godaan itu bisa dalam banyak bentuk, entah amplop, janji program, dan sebagainya. Saya harap kita tidak tergoda oleh rayuan yang datang,” katanya.

Charles meminta agar seluruh pendukungnya mengawal suara di TPS. “Kalau mau menang, kita harus bekerja keras,” katanya.

Sementara itu, Rachmad Fachkurniawan, caleg DPRD Jawa Timur dari Partai Golkar, mengatakan, ada 546 desa dan kelurahan serta 10.949 TPS yang memiliki 2,6 juta suara pemilih yang harus direbutnya di Jember dan Lumajang. “Tentu tidak semua akan kami pasang orang. Kami juga akan melihat desa dan kelurahan yang memiliki potensi. Di situlah kami akan beri saksi. Saya menyediakan jumlah saksi paling sedikit sesuai target (berapa perolehan suara) yang akan kami maksimalkan,” katanya.

Sebagai antisipasi kecurangan, Rachmad meminta tim sukses untuk mengunggah data penghitungan suara di media sosial. “Saya yakin juga penyelenggara pemilu akan melakukan hal sama. Penghitungan suara di-scan dan dilaporkan. Diketahui publik semakin baik dan itu tidak akan bisa tercurangi. Kalau pun toh ada, nilainya kecil,” kata Rachmad.

Fathul Hadi Muzaki, caleg DPRD Jember dari Partai Gerindra menambahkan, penguatan saksi partai adalah kunci. “Dengam cara merekrut saksi lebih awal, by name by address, by TPS, by phone, dan by android,” kata pria yang juga ketua tim pemenangan pemilu partai tingkat kabupaten ini, Kamis (4/4/2019).

“Kedua, melibatkan saksi di luar TPS yang ikut memantau dari awal pemungutan suara hingga selesai penghitungan suara. Ketiga, mendokumentasikan apapun yang terjadi dalam TPS,” kata Fathul. [wir/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar