Politik Pemerintahan

Mei Nanti, Surabaya Punya Wisata Kereta Gantung

Surabaya (beritajatim.com) – Pemkot Surabaya terus mengebut proyek cable car atau kereta gantung yang berada di pesisir Kenjeran. Proyek wisata itu ditargetkan selesai Mei mendatang atau tepat dengan HUT ke-276 Surabaya.

“Insya Allah pada Mei mendatang cable car sudah jadi, tepat ulang tahun Surabaya. Ini sedang progres pembangunan. Agak molor kemarin karena ada permasalahan (lahan) dengan warga tapi udah jalan,” kata Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

Menurut Risma, kereta gantung tersebut akan menjadi tempat wisata baru di Kota Pahlawan. Selain kereta gantung, akan ada destinasi-destinasi lainnya yang dapat memanjakan wisatawan. “Nanti kalau cable car ini jadi, pasti akan jadi destinasi wisata. Kemudian ada juga lapangan tembak. Kemudian bekas benteng (Kedung Cowek),” imbuh alumnus ITS itu.

Kehadiran destinasi wisata cable car diharapkan berdampak positif untuk perekonomian warga sekitar. Wali Kota dua periode itu ingin masyarakat yang mayoritas nelayan bisa terlibat langsung dalam dunia pariwisata di tempat tersebut.

“Nanti ini kita hubungkan dengan lingkar timur Surabaya. Jadi kawasan ini sangat strategis. Untuk itu warga di sini saya tidak berharap hanya jadi nelayan. Tapi bisa juga meningkatkan income seperti nelayan di Bulak itu menjadi pariwisata juga,” terang Risma.

Sementara anggaran proyek tersebut, jelas dia, bukan diambil dari APBD. Tapi dari hasil bantuan corporate social responbilty (CSR) swasta. “Kan ini bukan APBD, kita dapat CSR, kita akan nitip untuk itu. Sambil kita transfer knowledge operasional dan maintenancenya. Karena kita tidak biasa dan itu risikonya kan tinggi. Jadi, nanti itu sementara mereka yang akan mengelola. Kemudian kalau sudah transfer knowledge baru kita kelola,” lanjutnya.

Risma menambahkan, selama pembangunan proyek pihaknya tidak menemukan masalah yang berarti. Hanya masalah lahan dan kawasan yang kumuh dan sudah bisa diselesaikan.

“Ya sebetulnya cuma merakit saja. Cuma kemarin itu ada masalah tanah dan sebagainya. Terus masalah pemindahan warga. Karena di sini dulu penuh warga. Lalu kita pindah ke rumah susun. Sedangkan PKL-nya kita pindah ke terminal. Jadi sudah clear sebenarnya lahan ini. Sementara PKL kita pindah di terminal sambil kita siapkan tempat kalau cable carnya sudah jadi,” pungkasnya. [ifw/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar