Politik Pemerintahan

Megawati Ungkap Kenangan Buruk Tragedi 1965 di Rakernas PDIP

Jakarta (beritajatim.com) – Banyaknya mahasiswa Indonesia yang tidak bisa pulang usai kejadian 1965 turut menjadi bahasan di acara Rakernas sekaligus perayaan HUT ke-47 PDIP. Hal ini diungkapkan langsung oleh Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Megawati mengungkapkan, pergantian rezim yang terjadi saat itu menyebabkan banyaknya intelektual muda Indonesia yang terbengkalai. Menurutnya, hal itu kerugian besar.

“Banyak anak-anak Indonesia yang pinter. Tapi sayangnya di tahun 1965 yang dikirim belajar ke luar negeri yang nggak bisa pulang. Padahal saat itu mereka adalah para ahli di sektor ilmu pasti,” ujar Megawati.

“Sekarang, mereka justru bekerja di negara tempat mereka bernaung. Sayang waktu saya jadi Presiden negara kita krisis. Kalau nggak, sudah saya boyong mereka kembali beserta keluarganya untuk mengabdi kepada negara dengan gaji standard luar negeri,” tambah putri Proklamator Kemerdekaan Indonesia Bung Karno itu.

Pernyataan Megawati ini berkaitan erat dengan tema Rakernas. Hal itu adalah solid bergerak wujudkan indonesia negara industri berbasis riset dan inovasi nasional. “Tema itu sengaja, dalam rapat-rapat DPP ini saya putuskan sebagai babak baru PDIP dan strategi. Sudah waktunya kristalisasi ideologi dalam gerakan konkrit,” ujarnya. [ifw/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar