Politik Pemerintahan

Masa Kampanye, Panitia Pilkades di Mojokerto Datangkan Panelis

Mojokerto (beritajatim.com) – Masa kampanye Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Mojokerto digelar selama tiga hari, mulai tanggal 15 hingga 17 Oktober 2019 mendatang. Di hari pertama, panitia Pilkades Ketapanrame, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto mendatangkan panelis.

Pembukaan masa kampanye dibuka dengan adu visi misi antar calon Kepala Desa (Kades) dengan mendatangkan panelis. Sebagaimana dilakukan pada saat debat calon presiden dan wakil presiden republik Indonesia beberapa waktu lalu. Acara sendiri digelar di Balai Desa Ketapanrame.

Sedikitnya, tiga orang panelis didatangkan Panitia Pilkades Ketapanrame. Tiga orang panelis yang didatangkan yakni, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Mojokerto, Ardi Sepdianto, Akademisi Universitas Surabaya Dr Heri Pratono serta jurnalis KompasTV, Muhammad Syafiuddin.

Masyarakat pun dengan antusias datang berduyun-duyun untuk menyaksikan pemaparan visi misi kedua calon Kades yang akan memimpin mereka enam tahun mendatang. Ada dua kontestan yang maju, yakni calon nomor urut satu Slamet Rahardjo dan calon nomor urut dua Zainul Arifin.

Tidak hanya retorika ilmiah seperti yang tertulis dalam visi misi masing-masing calon kades. Panitia beberapa kali menenangkan para pendukung yang berada di luar pendopo desa agar tidak riuh dan mendengarkan paparan visi misi dan program kedua calon kades.

Dalam sambutannya membuka acara ikrar damai dan penyampaian visi misi calon Kades, Kepala DPMD Kabupaten Mojokerto Ardi Sepdianto mengatakan, model acara penyampaian visi dan misi dengan mendatangkan panelis tersebut merupakan satu-satunya yang ada di Kabupaten Mojokerto.

“Bahkan, mungkin di Jawa Timur. Bagus konsep acaranya. Ini menunjukkan SDM masyarakat Desa Ketapanrame lebih maju. Dengan ini, visi misi calon kepala desa yang menjadi dasar penyusunan RPJM-Des bisa diketahui oleh masyarakat luas sejak awal,” ungkapnya, Selasa (15/10/2019).

Sementara itu, Ketua Panitia Pilkades Desa Ketapanrame, Khusnul Yakin mengatakan, panitia ingin memberikan akses seluas-luasnya kepada masyarakat. “Agar tidak terjadi pembodohan melihat visi misi yang global saja. Kita datangkan panelis, untuk memperdalam sehingga keluar program dan kegiatan riil,” katanya.

Masih kata Yakin, awalnya panitia pilkades hendak mengadopsi total konsep debat visi misi calon presiden dan wakil presiden. Dimana, selain dihadirkan panelis, juga akan dilakukan debat antar calon. Akan tetapi, hal ini urung dilaksanakan, karena khawatir justru akan meningkatkan tensi politik antar calon.

“Terutama tensi politik masyarakat di desa. Hal inilah yang kami khawatirkan jika dilakukan debat antar calon, suasana bisa makin panas. Sehingga akhirnya, diputuskan penyampaian visi misi calon kades dilaksanakan dengan pendalaman materi visi misi dengan mendatangkan tiga orang panelis,” tegasnya.

Desa Ketapanrame akan mengikuti Pilkades serentak yang akan digelar pada tanggal 23 Oktober 2019 mendatang. Desa Ketapanrame akan menggelar Pilkades bersama dengan 250 desa lainnya yang ada di Kabupaten Mojokerto.[tin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar