Politik Pemerintahan

Mantan Ketua Panwaslu Jember Masuk Bursa Cawabup

Abdullah Waid

Jember (beritajatim.com) – Abdullah Waid, mantan ketua Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten Jember, Jawa Timur, masuk bursa calon wakil bupati dalam pemilihan kepala daerah setempat tahun depan.

Nama Waid dimunculkan oleh Muhammad Fawait, calon legislator DPRD Jawa Timur terpilih dan Ketua Organisasi Kaderisasi Keanggotaan Dewan Pimpinan Daerah Partai Gerindra Jawa Timur.

“Jujur saya sebagai pengurus DPD Gerindra Jawa Timur akan memasukkan figur Mas Abdullah Waid menjadi salah satu calon wabup yang layak dipertimbangkan,” kata Fawait, Kamis (16/5/2019).

“Kami mendorong sosok yang fresh milenial,” tambah Fawait. Usia Waid memang tergolong muda, kelahiran 1984, dan berasal dari kalangan nahdliyyin.

“Mas Waid bisa diterima dari semua golongan, baik kalangan pesantren maupun kalangan non pesantren, mengingat kedekatannya dengan beberapa pesantren besar seperti Alqodiri, Nurul Jadid, dan beberapa pesantren besar lainnya,” katanya.

“Kenapa saya menyebut pesantren, karena Jember adalah salah satu kabupaten dengan jumlah pesantren terbesar di Jawa Timur. Jadi sudah selayaknya kita mempertimbangkan kedekatan seorang figur pemimpin jember dengan kalangan pesantren,” tambah Fawait.

Fawait mengenal baik Waid sebagai sosok yang berperan besar dalam pemilu tahun ini dan mengantarnya ke parlemen. “Salah satu kreator dalam membantu saya mendulang suara besar waktu pileg kemarin adalah Mas Abdullah Waid,” katanya.

Siapa yang cocok berdampingan dengan Waid? “Saya melihat Mas Abdullah Waid bisa digandengkan dengan sosok calon bupati dari latar belakang apapun, baik daei birokrat maupun politisi, atau pengusaha,” kata Fawait.

Menanggapi dukungan Fawait, Waid menyebutnya sebagai bentuk apresiasi luar biasa. “Saya juga terlibat sebagai man behind the power of emak-emak dengan apel salawat beliau,” katanya.

Waid menilai pengusulan namanya sebagai calon wabup juga atas desakan komunitas yang disebutnya Laskar Salawat. “Mereka menginginkan perubahan di Kabupaten Jember agar lebih baik lagi. Jember butuh pemimpin yang muda yang cekatan. Hal itu tidak harus saya, biasa siapa saja yang lebih energik dan visioner untuk jember,” katanya merendah. [wir/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar