Politik Pemerintahan

Malik Fadjar: Usai Lebaran Mari Tunjukan Wajah Islam yang Ramah

Malang(beritajatim.com) – Civitas akademika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Kamis (13/6), memadati Hall Dome UMM, untuk bersilaturahmi dengan seluruh elemen kampus ini dalam rangka Halal bi Halal.

Ketua Badan Pembina Harian UMM Prof. Dr. H.A. Malik Fadjar, M.Sc. menyebut, pasca Ramadhan merupakan momentum mengumpulkan energi baru menatap kecemerlangan di masa depan. Malik berkeyakinan, pasca menghadapi puasa, secara fisik justru tubuh semakin fit, semakin sehat. Selain fisik, kita juga harus menjadi pribadi yang semakin jeli melihat masa depan.

“Saya berharap seluruh elemen terlibat dalam menggerakkan universitas ini sehingga menjadi besar, terpercaya, memegang amanah, serta bertanggung jawab,” kata Malik.

Malik juga mendorong para civitas akademika untuk memiliki nilai dan jiwa yang dianut para pemenang. Diantaranya menghindari untuk tidak bersyukur nikmat dan berpikir ngeres. Orang kecil itu adalah orang yang tidak syukur nikmat, dan orang yang berpikir ngeres-ngeres itu. Orang besar itu yang bisa menysukuri nikmatnya yang diberikan Tuhan kepada kita.

“Insya Allah, jika kita mengembangkan (prinsip) itu, hidup ini akan barokah. Barokah itu tidak dihitung dengan seberapa banyak uang yang dimiliki,” papar Malik.

Malik lantas menegaskan Muhammadiyah sebagai organisasi pergerakan. Setiap anggotanya diwajibkan untuk berkontribusi bagi bangsa dan negara. Selain itu, warga Muhammadiyah dianjurkan menampilkan wajah islam yang ramah.

“Kita wajib berkontribusi untuk negara dan bangsa. Kita tunjukan wajah islam yang ramah. Tentu kita akan menghadapai tantangannya besar dan perubahan besar. Mari kita memberikan semaksimal mungkin. Dan itu hanya bisa kita lakukan dengan bersama-sama,” ujarnya.

Idul Fitri menjadi momentum untuk menjaga kejernihan hati dan batin untuk meningkatkan produktifitas kita. Untuk meluruskan (niat) perjuangan kita. Ini bahagia dan kegembiraan.

Rektor UMM, Fauzan, mengatakan UMM tidak hanya memiliki tanggung jawab pendidikan, tapi juga sosial. Hal itu ditunjukan dengan bertambahnya jumlah keluarga civitas akademika UMM.

“Telah banyak penduduk baru di civitas akademika UMM. Itu semua bagian tak terpisahkan dari tanggung jawab sosial UMM. Juga keberlanjutan UMM ke depan,” tandasnya. (luc/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar