Politik Pemerintahan

Pilwali Surabaya

Machfud Arifin: Saya Berani Maju Karena Cinta Surabaya

Surabaya (beritajatim.com) – Mantan Kapolda Jatim Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin semakin memantapkan langkahnya untuk maju dalam Pilwali Surabaya pada September 2020.

Ada lima partai sementara ini yang sudah menyatakan bergabung sebagai koalisi mengusung Cak Machfud Arifin. Para ketua parpol level provinsi dan Kota Surabaya terlihat hadir dalam Konferensi Pers Koalisi Partai Pengusung Calon Wali Kota Surabaya di Machfud Arifin Center, Jalan Basuki Rahmat Surabaya, Minggu (26/1/2020).

Mereka adalah Ketua DPW PKB Jatim Abdul Halim Iskandar, Ketua DPD Partai Gerindra Jatim Soepriyatno, Ketua DPW PAN Jatim Masfuk, Plt Ketua DPD Partai Demokrat Jatim Renville Antonio dan Ketua DPW PPP Jatim Musyafak Noer. Selain itu, juga tampak hadir Presiden Persebaya Azrul Ananda dalam acara tersebut. Kehadiran Azrul menjadi pertanyaan besar, apakah anak Dahlan Iskan ini yang akan digandeng sebagai Calon Wakil Walikota mendampingi Machfud.

“Terima kasih lima partai yang sudah mengusung saya. Sebentar lagi tidak menutup kemungkinan partai lain akan menyusul lagi. Satu suara menentukan kemenangan. Bagaimana mau membangun Kota Surabaya, kalau nggak jadi walikota. Saya bukan orang partai. Saya bukan siapa-siapa kalau tidak didukung partai-partai dan elemen masyarakat. Untuk pasangan saya, itu nanti dulu. Tapi wartawan kok lihat ke sana terus (Azrul Ananda),” tegas Cak Mahfud didampingi lima ketua parpol pengusung.

“Tidak ada kejayaan tanpa kemenangan, tidak ada kemenangan tanpa kekuatan dan tidak ada kekuatan tanpa kebersamaan,” imbuhnya.

Cak Machfud mengaku berani maju mencalonkan di Pilwali Surabaya, karena dirinya merupakan orang asli Surabaya dan cinta Surabaya. “Saya cinta Surabaya. Kita bersyukur orang Surabaya punya Walikota Bu Risma. Surabaya menjadi kota yang indah yang bersih,” jelasnya.

Ketua DPW PKB Jatim, Abdul Halim Iskandar (Gus Halim) mewakili lima parpol pengusung mengutip pernyataan mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan bahwa sosok Machfud Arifin yang merupakan mantan Kapolda Jatim memang ekspektasinya tinggi jika maju sebagai Wali Kota Surabaya. Tetapi, majunya Cak Machfud dimaknai sebagai upaya jihad memerangi kemiskinan dan kebodohan sekaligus pengabdian untuk Surabaya.

“Ada tiga permasalahan mendasar di Surabaya yang harus diselesaikan, seperti kemiskinan, kebodohan dan pengangguran. Selain itu, juga melanjutkan keberhasilan Bu Risma. Karena kompleknya masalah, butuh sosok yang punya kapasitas untuk menyelesaikan masalah,” tegasnya. [tok/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar