Politik Pemerintahan

Luhut: Kalau Saya Masih Aktif Tentara, Saya Libas Perusuh 

Surabaya (beritajatim.com) – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI, Luhut Binsar Panjaitan mengaku, saat peristiwa kerusuhan terjadi di Jakarta, dirinya tengah berada di dalam kantor Kemenko Maritim yang letaknya tak jauh dari kantor Bawaslu RI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.

“Kantor saya itu berdampingan dengan Bawaslu, jadi saya lihat semua kejadian di Jakarta itu,” kata Luhut kepada wartawan saat ditemui usai Buka Puasa Bersama dengan Relawan Bravo-5 se-Jatim di Hotel Novotel Samator Surabaya, Minggu (26/5/2019).

Luhut menyaksikan langsung peristiwa kerusuhan di depan kantor Bawaslu RI, Jakarta Pusat beberapa hari lalu. Dirinya ikut kesal melihat ribuan massa yang rusuh dan melempari aparat kepolisian dengan batu. Ia bahkan mengaku, dirinya ingin melibas massa tersebut, jika masih aktif sebagai perwira TNI.

“Ya hari itu kira-kira 6.000 massa. Dan, polisi itu dilempari batu, sampai polisi pakai tameng. Untung saya sudah nggak jadi tentara, kalau masih jadi tentara, saya libas juga itu,” ujarnya.

Ia pun menceritakan kejadian itu dilihatnya sekitar pukul 21.00 WIB. Menurutnya, saat itu polisi juga masih menahan diri, dan tak melakukan tindakan-tindakan represif terhadap massa.

“Polisi itu masih nahan diri, jika teman-teman semua masih ada yang mengatakan polisi bertindak keterlaluan, saya lihat sendiri sampai jam 9 malam. Janjinya itu hanya sampai Maghrib, tapi polisi memberi waktu sampai selesai Tarawih,” tuturnya.

Tak hanya itu, Luhut menduga, bahwa massa perusuh tersebut adalah massa bayaran. Hal itu berdasarkan informasi yang didapatnya dari seorang staff yang melihat langsung bagaimana ada transaksi yang terjadi.

“Saya ingin sampaikan, anggota dan staff saya iseng juga turun ke lapangan pagi-pagi melihat demonstran banyak dibayar Rp 200 ribu, Rp 300 ribu sampai Rp 400 ribu per orang. Jadi, tidak murni semua demonstran,” pungkasnya. (tok/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar