Politik Pemerintahan

Lewat Haul Syech Jumadil Kubro, Pemkab Mojokerto Kenalkan Potensi Wisata

Warga berebut gunungan dalam acara Haul Syech Jumadil Kubro. [Foto : misti/beritajatim]

Mojokerto (beritajatim.com) – Pemkab Mojokerto melalui Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) kembali menggelar haul Syech Jumadil Kubro. Ini merupakan agenda rutin untuk melestarikan dan mengenalkan potensi wisata dan budaya Kabupaten Mojokerto.

Ratusan warga memadati komplek makam Syech Jamaluddin Al Husain Al Akbar alias Sayyid Hussein Jumadil Kubro atau Syech Jumadil Kubro di Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (14/9/2019). Warga menanti gunungan tumpeng berisi sayur mayur hasil bumi, jajanan pasar dan nasi kuning.

Gunungan tersebut diarak mulai dari Pendopo Agung Trowulan menuju halaman Komplek Makam Troloyo atau sekitar 1 kilometer. Para peserta dengan menggunakan pakaian zaman kerajaan mengarak gunung yang akan diserahkan ke Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi.

Usaha diserahkan dan didoakan, gunungan tersebut menjadi rebutan ratusan warga yang sudah menanti. Bahkan panitia acara harus bersikap tegas lantaran warga tak sabar ingin mengambil hasil bumi. Mereka ingin mendapatkan berkah dari kakek Sunan Ampel yang merupakan salah satu wali songo yakni penyebar agama Islam di tanah Jawa.

Alhasil, gunungan berisi hasil bumi yang dipanjat sejumlah warga roboh lantaran tak kuat menahan beban. Sorak-sorak warga pun terdengar sembari mengambil dan memungut aneka isi gunung yang terjatuh ke halaman komplek Makam Troloyo tersebut.

Salah satu warga yang ikut berebut gunungan tumpeng yakni Kuswatin (62). “Saya dapat jagung, nantinya akan saya campur dengan bibit jagung dan ditanam di sawah. Saya juga dapat sayur mayur serta nasi tumpeng, nanti akan saya makan bersama keluarga. Karena kami ingin mendapatkan berkah Syehk Jumadil Kubro,” ungkapnya, Sabtu (14/9/2019).

Sementara itu, Wakil Bupati (Wabup) Mojokerto, Pungkasiadi mengatakan, Haul Syech Jumadil Kubro tersebut merupakan agenda rutin tahunan yang digelar Pemkab Mojokerto. “Ruwatan hasil bumi, kita pawai bersama muda-mudahan bisa bermanfaatkan bagi masyarakat,” katanya.

Dengan agenda tersebut, diharapkan Pemkab Mojokerto bisa melestarikan dan mengenalkan potensi wisata dan budaya ke kanca nasional maupun internasional. Ini lantaran, Syech Jumadil Kubro merupakan kakek dari Sunan Ampel yang artinya penyebaran agama Islam lebih dulu ada di Majapahit yakni, Mojokerto. [tin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar