Politik Pemerintahan

Legislator Pamekasan Minta DLH Optimalisasikan Fungsi TPA Sampah

Pamekasan (beritajatim.com) – Legislator Pamekasan, Masykur Rasyid meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pamekasan, agar meningkatkan optimalisasi fungsi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah di wilayah setempat.

Sebab pihaknya menilai selama ini kinerja pemerintah khususnya DLH setempat, cenderung hanya memprioritaskan persoalan sampah di titik tertentu saja. Sementara di wilayah lain cenderung dibiarkan dan dapat dikatakan tidak terurus.

Hal tersebut berdasar sejumlah temuan sampah yang justru berserakan di luar tempat pembuangan sebagaimana mestinya, semisal di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) dan lainnya. Bahkan tidak jarang, tumpukan sampah juga berserakan di pinggir sungai hingga di pesisir pantai.

“Kondisi ini menandakan jika keberadaan TPA belum sepenuhnya maksimal, karena selama ini masih banyak masyarakat yang membuang sampah sembarangan, baik ke sungai maupun pantai. Sehingga optimalisasi fungsi TPA ini harus benar-benar diterapkan secara maksimal,” kata Masykur Rasyid, Selasa (7/1/2020).

Keberadaan sampah yang berserakan justru menimbulkan bau tidak sedap, sekaligus menghasilkan pemandangan yang kotor dan tidak enak dipandang. “Dengan kondisi seperti itu, dampak yang paling nyata adalah kebersihan dan kesehatan. Dengan kata lain, tidak bersih pada pandangan mata dan tidak baik bagi kesehatan,” ungkapnya.

“Dari itu kami berharap pihak DLH agar lebih intens menjalin komunikasi dan koordinasi dengan aparat desa terkait, apalagi salah satu pemanfaatan dana desa seperti diatur dalam Permendes Nomor 11 Tahun 2019, salah satunya peningkatan kualitas hidup masyarakat dan pembangunan sarana publik,” imbuhnya.

Tidak hanya itu, politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Pamekasan juga menilai selama ini tidak semua desa/kelurahan belum memiliki TPS Sampah. Sehingga tidak jarang sebagian masyarakat membuang sampah sembarangan. “Tidak kalah penting, masalahnya juga terletak pada kesadaran masyarakat sendiri,” jelasnya.

“Jadi hemat kami, pola dan sistem pengelolaan sampah yang baik itu jika tidak ditemukan lagi sampah-sampah yang dibuang sembarangan. Baik ke kali, sungai, maupun pesisir pantai,” sambung politisi yang juga tercatat sebagai Sekretaris Komisi III DPRD Pamekasan.

Hanya saja untuk mewujudkan kesadaran sosial dan sistemik, dibutuhkan pembentukan pola dan cara berpikir yang searah demi menciptakan kesadaran bersama. “Disinlilah pentingnya koordinasi semua pihak, mulai dari pemkab hingga masyarakat itu sendiri,” pungkasnya. [pin/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar