Politik Pemerintahan

Legislator Merasa Iba dengan Kondisi Guru Honorer Pamekasan

Pamekasan (beritajatim.com) – Legislator Pamekasan, Mohammad Sahur merasa iba dengan kondisi para guru honorer di daerah berslogan Bumi Gerbang Salam yang hanya menerima honor sebesar Rp 150 hingga Rp 200 ribu.

Apalagi honor tersebut mereka dapatkan setiap bulan sekali, jumlah yang relatif tidak seimbang dengan tugas dan tanggungjawab sebagai seorang pendidik yang semestinya harus mendapatkan nominal lebih dibandingkan yang mereka dapatkan saat ini.

“Gaji (honor) yang diterima para guru honorer di Pamekasan, tentu sangat tidak seimbang denhan tanggungjawab mereka sebagai seorang pendidik. Apalagi mereka hanya menerima sebesar Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu setiap bulan,” kata Mohammad Sahur, Selasa (26/2/2019).

Dari itu, politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang saat ini menjabat sebagai Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan, berencana untuk mengajukan anggaran kepada instansi terkait untuk meningkatkan tunjangan sekaligus kesejahteraan yang layak bagi para ‘pahlawan tanpa tanda jasa’.

“Insya’ Allah dalam waktu dekat, kami akan mengajukan ploting anggaran kepada instansi terkait untuk dijadikan sebagai tunjangan bulanan minimal Rp 500 ribu bagi para guru,” ungkap politisi yang kembali mencalonkan diri sebagai anggota legislatif dari Dapil II, Palengaan Proppo.

Kondisi tersebut diketahuinya pasca perwakilan guru yang tergabung dalam Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Pamekasan, melakukan audiensi mengadakan nasib mereka ke komisi yang dipimpinnya, beberapa waktu lalu.

Dalam kesempatan tersebut, PGRI Pamekasan menyampaikan dua poin yang dinilai sebagai faktor penyebab mereka melakukan audiensi ke wakil rakyat. Pertama guru honorer belum diakui pemerintah, kedua gaji yang diterima hanya Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu setiap bulan.

“Murisnya lagi, gara-gara belum diakui pemerintah. Ada sebagian guru honorer yang diberhentikan sepihak oleh pihak sekolah dimana mereka mengabdi, kondisi tersebut sekaligus menjadi persoalan tersendiri bagi para guru honorer di Pamekasan,” pungkasnya. [pin]

Apa Reaksi Anda?

Komentar