Politik Pemerintahan

KPU Persilakan Bawaslu Awasi Rekrutmen KPPS

Jember (beritajatim.com) – Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Jember, Jawa Timur, mempersilakan Badan Pengawas Pemilu untuk mengawasi proses perekrutan kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) yang berlangsung pada 6-27 Maret 2019.

Ada 7.670 tempat pemungutan suara di Jember yang membutuhkan masing-masing tujuh orang anggota KPPS. “Pembentukan KPPS melalui rekrutmen terbuka. Siapapun bisa mendaftarkan diri. Sebelumnya, pada 2014, pembentukan KPSS merupakan domain panitia pemungutan suara (PPS), namun tidak melalui rekrutmen terbuka,” kata komisioner KPU Jember Ahmad Hanafi.

Anggota KPPS dulu ditunjuk langsung oleh PPS. Sementara PPS beranggotakan orang-orang yang direkomendasikan kepala desa. “Kepala desa mengusulkan enam calon anggita PPS ke KPU. KPU memilih tiga orang,” kata Hanafi.

Dengan rekrutmen terbuka, maka setiap orang bisa terlibat dalam KPPS asalkan memenuhi syarat usia, ijazah, dan lain-lain. “Ini wujud penyelenggaraan pemilu dengan partisipasi terbuka. Oleh karena itu kami mendorong teman-teman agar proses rekrutmen dan pembentukan KPPS betul-betul dilaksanakan secara terbuka, informasi sampai ke masyarakat, sehingga banyak anggota masyarakat yang terlibat dalam proses penyelenggaraan pemilu di tingkat TPS,” kata Hanafi.

Hanafi mengatakan, tugas Bawaslu adalah mengawasi setiap tahapan penyelenggaraan pemilu, termasuk pembentukan KPPS. “Pengawasan untuk memastikan proses berjalan sesuai aturan. Setiap tahapan, Bawaslu punya kewenangan pengawasan. Kami terbuka, Bawaslu mau melakukan pengawasan apa, silakan. Kami ingin penyelenggaraan pemilu betul-betul bersifat terbuka,” katanya. [wir/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar