Politik Pemerintahan

KPPS di Pacitan Alami Keguguran, 3 Lainnya Opname

Pacitan (beritajatim.com) – Pemilu yang dilaksanakan pada 17 April 2019 telah usai. Suksesnya gelaran 5 tahunan itu tidak lepas dari kerja keras para petugas KPPS. Namun tidak sedikit dari mereka yang kondisi kesehatannya drop dan jatuh sakit.

Seperti yang dialami Eka Setyowati, anggota KPPS yang bertugas di TPS 01 Desa Ketro, Kecamatan Tulakan, Pacitan. Dia mengalami keguguran kandungan. Padahal itu adalah kehamilannya yang pertama.

Menurut sumber beritajatim.com, keguguran kandungan yang dialami wanita berusia 26 tahun itu dipicu oleh faktor kelelahan paska bertugas menjadi KPPS. Dia tak menyangka pekerjaan sampingan yang dijalani ini membuat dirinya harus kehilangan janin yang diperkirakan masih berusia 3 bulan. “Awalnya itu pada Kamis (18/4/2019) lalu saya merasakan nyeri di perut,” kata Eka Setyowati, Rabu (24/4/2019).

Eka kemudian memeriksaakan rasa nyeri di kandungan itu ke bidan desa setempat. Bukannya sembuh, rasa nyeri yang dirasakan Eka justru semakin parah. Akhirnya, Eka dirujuk ke salah satu rumah sakit yang ada di Ponorogo.

Dari pemeriksaan di rumah sakit itu baru diketahui bahwa janin yang ada di kandungan Eka sudah tidak dapat tertolong. “Katanya faktor kelelahan, karena beberapa hari sebelum coblosan itu begadang. Nah, pada hari H malah full tidak tidur untuk istirahat,” pungkasnya.

Ketua KPU Pacitan Damhudi mengungkapkan, sampai hari ini sedikitnya ada tiga KPPS yang masih opname di rumah sakit. KPU pusat, katanya, menghimbaui untuk mendata petugas KPPS yang sakit pasca coblosan. “Kami sudah besuk mereka sebagai rasa empati pada pahlawan demokrasi di negeri ini,” pungkasnya. [end/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar