Politik Pemerintahan

KPK Sita Aset Tanah Milik Bupati Mojokerto Nonaktif MKP

Mojokerto (beritajatim.com) – Tim Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita beberapa aset tanah milik Bupati Mojokerto nonaktif Mustofa Kamal Pasa (MKP). Informasi beritajatim.com menyebutkan ada 19 titik yang menjadi sasaran Lembaga Anti Rasuah.

Tim penyidik KPK bagian penyitaan dibagi beberapa tim. Satu tim terdiri delapan orang menggunakan dua kendaraan Toyota Innova dan satu pikap mulai melakukan penyitaan aset tanah di wilayah Kecamatan Sooko milik MKP.

Dari 19 titik tersebut menurut sumber ada sebanyak 27 sertifikat tanah milik MKP yang tersebar di beberapa kecamatan yang ada di Kabupaten Mojokerto. Sebanyak 19 titik tersebut menjadi sasaran tim penyidik KPK.

Penyidik menancapkan papan dengan tulisan ‘Tanah Ini Telah Disita dalam Perkara Tindak Pidana Pencucian Uang dengan Tersangka H Mustofa Kamal Pasa SE’. Di bagian atas sebelah kiri tertulis tulisan KPK. Seperti yang terlihat di Desa Sooko, Kecamatan Sooko.

Tanah di sebelah rumah makan tepatnya di Desa Sooko, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto dipasang papan tersebut. Tim masih mencari sejumlah aset tanah milik MKP yang ada di beberapa kecamatan yang ada di Kabupaten Mojokerto.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasa (MKP) sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana pencucian uang. MKP sebelumnya telah menjadi tersangka dalam dua kasus dugaan tindak pidana korupsi.

Pada perkara pertama, MKP diduga terlibat dalam dugaan penerimaan hadiah atau janji terkait pembangunan menara telekomunikasi di Kabupaten Mojokerto tahun 2015. Pada perkara kedua, MKP serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mojokerto Zainal Abidin periode 2010-2015.

Keduanya diduga secara bersama-sama menerima gratifikasi yang berhubungan dengan jabatannya dan yang berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya. Sebelumnya, KPK berada di Mojokerto dua kali untuk meminta keterangan sejumlah saksi.

Kedatangan pertama KPK di Mojokerto pada bulan Maret 2019 dan kali kedua seminggu yang lalu. KPK meminjam tempat di Polres Mojokerto Kota untuk meminta keterangan sejumlah saksi dan terbaru hari ini, KPK melakukan penyitaan aset tanah milik MKP.[tin/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar