Politik Pemerintahan

Konflik Pilkades Gunung Maddah Mengelinding ke Tim Kabupaten

Sampang (beritajatim.com) – Kericuhan saat penghitungan suarat suara Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Pergantian Antar Waktu (PAW) di Desa Gunung Maddah, Kecamatan Sampang, beberapa waktu lalu, hingga saat ini masih belum menemukan solusi. Bahkan, saat komisi I DPRD setempat mempertemukan beberapa pihak terkait yang terlibat pelaksanaan Pilkades di Gunung Maddah, yakni Camat, P2KD dan DPMD juga belum menemukan titik terang.

“Hasil rapatnya diketahui proses pelaksanaan PAW ini sejak awal terindikasi ada kejangalan,” terang Ketua Komisi 1 DPRD Sampang, Aulia Rahman, Jumat (29/3/2019).

Lanjut Aulia, salah satu kejangalanya yakni saat proses seleksi bacakades terkait surat keterangan kesehatan. “Jadi dengan dasar itu, kami sarankan dan meminta untuk PSU,” harapnya.

Terpisah, pasca kericuhan saat proses penghitungan surat suara dan pemangilan oleh komisi I DPRD Sampang, pihak P2KD menyatakan tidak melanjutkan proses penghitungan sisa surat suara yang sempat tertunda. “Kami tidak berani lagi melanjutkan penghitungan surat suara,” ujar Ketua P2KD Gunung Maddah Hafifuddin.

Masih kata Hafifuddin, atas kejadian itu, pihaknya membuat berita acara yang akan diserahkan kepada tim kabupaten guna ikut membantu menyelesaikan konflik Pilkades PAW di Desa Gunung Maddah. “Pasca terjadi kericuhan kemarin, panitia lainnya juga merasa takut melanjutkannya,” pungkasnya.[sar/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar