Politik Pemerintahan

Konflik di Konfercab PDIP, Ujian untuk Loyalitas Kader

Surabaya (beritajatim.com) – Penunjukan langsung DPP PDI Perjuangan kepada Adi Sutarwijono sebagai ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya pada pelaksanaan Konfercab adalah ujian bagi loyalitas dan kesolidan kader di tingkat bawah.

Agus Mahfud Fauzi, sosiolog politik asal UNESA, menyampaikan jika Konfercab digelar tidak lain untuk mendengar atau menyerap aspirasi atau suara di tingkat bawah yakni PAC (pengurus anak cabang) dalam menentukan Ketua DPC (dewan pimpinan cabang) bukan dengan melakukan penunjukan langsung.

“Proses di partai politik salah satunya PDI Perjuangan menerapkan demokrasi yakni keputusan diambil berdasarkan suara di bawah yakni bottom up, apalagi PDI Perjuangan merupakan partai yang loyalitas maupun kesolidan kader di tingkat bawah sangat tinggi, sehingga suara di tingkatan bawah menjadi pertimbangan besar dalam menentukan keputusan. namun jika dalam menentukan keputusan ternyata suara para kader ini tidak menjadi bahan pertimbangan, maka keputusan tersebut sama dengan mencederai suara kader,” ungkapnya.

Mantan Komisioner KPU jatim ini lebih lanjut menegaskan jika deadlock yang terjadi dalam pelaksanaannya itu menunjukan Konfercab PDIP tidak hanya mencederai kader di tingkat bawah, tapi juga mencederai PDIP secara kelembagaan. Terlebih lagi diduga keputusan yang diambil tidak berdasarkan AD/ART atau mekanisme partai yang harusnya dalam menentukan ketua berdasarkan suara di tingkatan bawah.

“Konfercab PDIP kali ini akan menjadi perhatian publik pada partai yang dalam pileg ini bisa kembali menjadi pemenang di surabaya menjadi tidak bagus, dikarenakan partai yang menjadikan demokrasi sebagai jalan hidupnya ternyata dalam menentukan keputusan tidak menerapkan sistem demokrasi,” katanya.

Agus mengatakan DPP PDIP harus segera melakukan klarifikasi. Jika tidak maka ke depan ini akan menghancurkan loyalitas maupun kesolidan para kader di tingkat bawah.

Sementara itu, sejumlah Pengurus Anak Cabang (PAC) tingkat kecamatan PDI Perjuangan di Kota Surabaya sudah mengubah haluan sikap. Hari ini, Senin (8/7/2019), mereka menyatakan kesetiaan, loyal dan patuh pada keputusan DPP PDI Perjuanggan yang menunjuk pimpinan baru DPC PDIP Kota Surabaya menggantikan Whisnu Sakti Buana.

Keputusan DPP PDIP itu menunjuk Adi Sutarwijono sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kota Surabaya, menggantikan Whisnu Sakti Buana. Sedangkan Baktiono sebagai Sekretaris DPC, dan Taru Sasmito sebagai Bendahara.

Di antara PAC yang sudah berubah haluan berasal dari Kecamatan Tenggilis Mejoyo.

“Setelah Konfercab kemarin, kami melakukan evaluasi, melakukan perenungan. Kesimpulan kami, PAC Tenggilis Mejoyo setia kepada keputusan Ibu Megawati Soekarnoputri. Kami patuh kepada DPP PDI Perjuangan,” kata Sumardiyono, Ketua PAC PDIP Tengggilis Mejoyo, Senin (8/7/2019).

“Lagi pula, sepanjang sejarah, DPP PDI Perjuangan tidak pernah mengubah sebuah keputusan. Hemat kami, keputusan tentang Ketua, Sekretaris dan Bendahara DPC PDIP Kota Surabaya, sudah final. Tidak mungkin berubah,” imbuh Fernandes, Sekretaris PAC Tenggilis Mejoyo. [ifw/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar