Politik Pemerintahan

Konfercab PDIP Bojonegoro Ricuh, Diduga Ada Intervensi Pihak Luar

Surabaya (beritajatim.com) – Konferensi Cabang (Konfercab) DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bojonegoro yang digelar di Empire Palace Surabaya, Minggu (7/7/2019) berlangsung ricuh.

Sejumlah pengurus anak cabang (PAC) tingkat kecamatan di kabupaten kaya minyak itu menolak hasil keputusan DPP PDIP terkait penentuan nama ketua DPC PDIP Kabupaten Bojonegoro yang baru.

DPP PDIP memutuskan nama Abidin Fikri sebagai Ketua DPC PDIP Kabupaten Bojonegoro yang baru. Sebelumnya, Abidin Fikri adalah Plt Ketua DPC PDIP Kabupaten Bojonegoro. Keputusan DPP itu ditolak oleh hampir semua PAC PDIP di Bojonegoro yang berjumlah 28 PAC. Mereka keluar dari ruang Konfercab dan bahkan meneriakkan kata-kata tidak pantas untuk DPP PDIP.

Politisi senior PDIP Bojonegoro yang juga Wakil Bupati Bojonegoro, Budi Irawanto mengatakan, keributan itu terjadi karena emosi PAC-PAC.

“Ditengarai ada pihak ketiga yang menunggangi. Sebab Bojonegoro merupakan kabupaten strategis yang kaya minyak dan gas. Pasti banyak kepentingan dari luar partai yang ikut bermain (untuk intervensi),” ujar Budi kepada wartawan.

Bojonegoro memang daerah kaya minyak. Cadangan minyak di Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu yang terletak di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro diketahui sangat besar. Bahkan, riset lanjutan menunjukkan cadangan minyaknya meningkat hampir dua kali lipat dari penemuan awal, dari semula 450 juta barel menjadi 823 juta barel.

Total cadangan minyak di kabupaten itu, berdasarkan situs resmi Pemkab Bojonegoro mencapai 1,4 miliar barel dan cadangan gas sekitarĀ  1,7-2 triliun kaki kubik. Angka tersebut merupakan jumlah perkiraan terbesar di Indonesia.

Budi Irawanto menyarankan agar protes atau keberatan disampaikan secara baik, tidak perlu ricuh yang berpotensi mengundang aksi kekerasan. “Keberatan teman-teman PAC bisa disampaikan secara baik,” pungkasnya. (tok/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar