Politik Pemerintahan

Komisi II DPRD Sumenep Panggil Pansel Direksi PT Sumekar

Sumenep (beritajatim.com) – Komisi II DPRD Sumenep akan memanggil panitia seleksi (pansel) Direksi PT Sumekar, salah satu BUMD Sumenep yang bergerak di bidang operator pelayaran kapal ke kepulauan.

“Kami akan panggil pansel besok, kemudian kami pertemukan dengan mahasiswa FKMS, supaya jelas jawaban atas tuntutan-tuntutan mahasiswa,” kata Ketua Komisi II DPRD Sumenep, Nurus Salam, Selasa (12/02/2019).

Sebelumnya, Front Komunikasi Mahasiswa Sumekar (FKMS) Sumenep berunjuk rasa ke kantor Bupati setempat. Mereka memprotes pengangkatan Direksi PT Sumekar yang dinilai cacat hukum dan penuh nuansa politik. Mahasiswa bahkan menuding ada ‘barter politik’ pengangkatan direksi itu dengan istri bupati yang maju dalam bursa caleg DPRD Provinsi Jawa Timur dari PKB.

“Kami di Komisi II ini hanya memfasilitasi apa yg menjadi harapan adik-adik mahasiswa, supaya pansel ini bisa menjelaskan, kenapa meloloskan 2 orang itu di jajaran Ðireksi PT Sumekar,” ujar Nurus Salam.

Bupati Sumenep, A. Busyro Karim telah resmi melantik jajaran direksi PT Sumekar. Direktur utama dipercayakan pada Moh. Syafi’ie. Sedangkan Direktur Pelaksana diserahkan pada Ahmad Zainal Arifin.

Moh. Syafi’ie merupakan mantan ketua PAC PKB Arjasa, sedangkan A. Zainal Arifin merupakan caleg PKB untuk DPRD Provinsi Jawa Timur, Daerah Pemilihan XIV

FKMS menilai pengangkatan jajaran direksi PT Sumekar telah menyalahi peraturan pemerintah (PP) nomor 54 tahun 2017 tentang BUMD pasal 57 poin l yang menyebutkan caleg tidak boleh menjadi Direksi BUMD.

“Kami tentu saja harus menunggu hasil dari pertemuan besok. Kalau diindikasikan ada pelanggaran atau kesalahan proses rekruetmen, maka kami akan rapatkan di internal komisi, untuk menentukan langkah selanjutnya,” ungkap Politisi Gerindra ini. (tem/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar