Politik Pemerintahan

Komisi C: Bongkar Ruko di Kawasan Jompo Jember

Jember (beritajatim.com) – Setelah Komisi D DPRD Jawa Timur, giliran Komisi C DPRD Jember yang meminta pemerintah daerah agar segera menangani amblesnya jalan dan jembatan di kawasan Jompo, Jalan Sultan Agung.

Berdasarkan data Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN), salah satu titik jalan di Jalan Sultan Agung dekat Jembatan Jompo bergeser 2,06 centimeter ke arah vertikal dan turun 2,8 centimeter ke arah horisontal alias ambles. Jembatannya dulu bergeser 32 centimeter, sekarang bergeser menjadi 52 centimeter. Padahal jembatan itu tidak diperbolehkan bergerak sama sekali.

Jalan Sultan Agung sendiri adalah jalan protokol di Jember. Setiap kendaraan dari arah Surabaya akan selalu melewatinya jika hendak menuju alun-alun atau pusat kota. Setidaknya ada 30 rumah toko di atas Sungai Jompo yang bakal terdampak oleh pergeseran jalan dan jembatan tersebut.

Dalam inspeksi mendadak ke lokasi tersebut, Kamis (31/10/2019), Ketua Komisi C David Handoko Seto mengatakan, jika masalah ini tak diantisipasi, puluhan rumah toko bisa ambruk. “Dan kita juga tahu sebentar lagi musim hujan, kalau tak dilakukan langkah antisipatif, maka akan semakin parah dan tak menutup kemungkinan (ruko) ambruk dan timbul korban,” katanya.

Komisi C akan segera berkoordinasi dengan Pemkab Jember. Apalagi Pemerintah Provinsi Jawa Timur sudah melayangkan surat kepada Pemkab. “Kami berharap bupati merespons dan segera melakukan rapat lintas organisasi pemerintah daerah, agar segera duduk bersama untuk diadakan perbaikan jalan ambles ini,” kata David.

David juga berharap warga mengosongkan ruko. “Kalau tak segera melakukan langkah antisipasi, kami khawatir ini jadi bumerang,” katanya.

“Kami sudah melihat mata kepala sendiri. Kemiringan toko secara kasat mata sudah kelihatan. Kalau dibiarkan lama-lama ambruk. Tinggal kewajiban Pemkab Jember merekolasi semua pemilik toko dan mengosongkannya. Ruko-ruko harus dibongkar karena berbahaya. Kalau tidak dibongkar, maka petugas teknis kesulitan melakukan pekerjaan perbaikan,” kata David.

Apalagi ruko tersebut berada di atas aset Pemkab Jember. “Harapan kami ini segera dilakukan dan saya yakin para pemilik sadar, bahwa ini harus segera direlokasi,” kata David. [wir/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar