Politik Pemerintahan

Komandoi Salam Dua Jari Saat Presiden Melintas, Warga Ponorogo Dilaporkan ke Bawaslu

Ketua DPC PDIP Ponorogo Agus Widodo dan sejumlah pengurus lainnya serta anggota Badan Bantuan Hukum PDIP Ponorogo Sukarni, Selasa (8/1/2019) mendatangi sekretariat Bawaslu Ponorogo.

Ponorogo (beritajatim.com) – Dewan Pengurus Cabang (DPC) PDI Perjuangan Ponorogo melaporkan seorang warga Ponorogo yang diduga bernama Abdullah Rivai dan dua akun facebook atas nama Muh. Fajar Pramono dan Ahmad Munadi ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Ponorogo.

Ketua DPC PDIP Ponorogo Agus Widodo dan sejumlah pengurus lainnya serta anggota Badan Bantuan Hukum PDIP Ponorogo Sukarni, Selasa (8/1/2019) mendatangi sekretariat Bawaslu Ponorogo.

Abdullah Rivai, kata Agus, disebutnya diduga telah mengarahkan dan memberikan komando kepada belasan pelajar SMP Negeri 5 Ponorogo yang berseragam Pramuka untuk melakukan salam dua jari ala Capres Prabowo Sandi.

Salam dua jari ini dilakukan saat Presiden RI Joko Widodo melintas di Jalan Ahmad Dahlan ketika melaksanakan kunjungan kerjanya di Ponorogo, Jumat (4/1/2019) lalu.

“Hal ini kita ketahui dari foto dan video yang sepertinya sengaja dibuat atau diatur-atur. Terbukti, foto dan video salam dua jari saat menyambut Presiden Jokowi diviralkan melalui media sosial,” ungkap Agus Widodo usai melakukan pelaporan dan menyerahkan bukti-bukti yang mendukung laporannya.

Dari video itulah, para pengurus DPC PDIP Ponorogo menduga, orang berbaju putih yang mengomandoi anak-anak tersebut adalah Abdullah Rivai.

Foto-foto dan video salam dua jari saat Presiden RI melintas diduga disebarkan oleh pemilik akun Fajar Pramono dan Ahmad Munadi.

Agus sempat berkomunikasi dengan Fajar Pramono namun malah mendapatkan reaksi bernada menantang.

Menurut Agus, ketiga orang yang dilaporkannya memang merupakan simpatisan atau pendukung dari capres nomor urut 02. Namun Agus belum mengetahui posisi Abdullah Rivai dalam tim pemenangan Prabowo-Sandi, juga motivasinya melakukan hal tersebut.

Apalagi Presiden Jokowi hadir di Ponorogo dalam kapasitasnya sebagai pemimpin negara yang sedang melakukan pekerjaannya dan bukan sedang berkampanye.

Agus merujuk pada pelarangan pelibatan anak-anak dalam berkampanye seperti pada UU nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu.

“Kita kasihan dengan anak-anak dari SMPN 5 Ponorogo yang punya niatan tulus menyambut presiden namun dimanfaatkan, disusupi oleh orang-orang untuk kepentingan mereka sendiri. Ini hal yang tidak pantas,” ungkap Agus.

Ketua Bawaslu Ponorogo Muh Syaifuloh mengatakan akan segera menindaklanjuti laporan dari pengurus PDIP Ponorogo ini.

Ada sejumlah pasal yang sangat mungkin terpenuhi unsur-unsurnya dalam laporan pemberian komando salam dua jari maupun penyebaran foto dan video salam dua jari kepada anak-anak tersebut. Baik UU tentang netralitas ASN dalam pemilu maupun UU pemilu.

“Kita terima laporan tersebut dan kita minta untuk menyempurnakannya dalam waktu tiga kali 24 jam ke depan. Tentu saja kalau ada unsur pelanggaran pidana pemilu maka laporan ini bisa kita tingkatkan dan kita proses lebih lanjut,” pungkas Syaifuloh. [dil/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar