Politik Pemerintahan

Koalisi PDIP-PKB Diprediksi Berpeluang Menang di Pilwali Surabaya

Dekan Fisib Universitas Trunojoyo Madura Surokim Abdussalam

Surabaya (beritajatim.com) – Basis massa yang dimiliki oleh kalanga NU-Nasionalis disebut keuntungan tersendiri bagi PDIP-PKB di Pilwali Surabaya 2020. Pendapat itu diungkapkan oleh peneliti senior Surabaya Survey Center (SSC), Surokim Abdussalam.

“Secara tradisional iya, kombinasi NU-Nasionalis akan menjadi keuntungan untuk PDIP-PKB di Pilwali Surabaya 2020 kelak. Pemilih PDIP dan PKB memang sangat mendominasi di Surabaya,” ujar Rokim.

Hanya saja, menurutnya, saat ini ada perubahan di peta politik basis tradisional. “Peta basis tradisional akan kian mencair seiring dengan tumbuhnya pemilih rasional. Apalagi habit dan kecenderungan perilaku memilih warga kota kian cair dan kian individial tidak lagi komunal. Karena itu basis tradisional bisa jadi tetap berpengaruh tapi tak lagi perkasa dan menjadi satu-satunya variabel,” jelas Rokim.

“Belum bicara elektabilitas figur yang dimajukan, jika PDIP-PKB bisa mencari figus yang mencapai 45 persen hingga 55 persen maka ada peluang cukup besar,” tambah Dekan Fisib Universitas Trunojoyo Madura itu.

Kombinatif figur kuat dengan elektabilitas yang berpadu dengan partai tradisional yang kuat, seperti PDIP dan PKB, maka akan memunculkan peluang lebih besar. “Selain itu, jangan lupa ada variabel X yang menentukan, yaitu momentum. Momentum itu akan menentukan nanti di awal 2020 hingga masa pendaftaran di April 2020,” tegasnya.

Sebagai informasi, di Bursa Pilwali Surabaya 2020, beberapa nama tokoh besar Kota Pahlawan sudah mulai santer disebut. Diantaranya adalah Fandi Utomo, Dhimas Anugrah, Whisnu Sakti Buana, Eri Cahyadi, Armuji, Hendro Gunawan, dan Gus Hans.[ifw/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar