Politik Pemerintahan

Kiai Ma’ruf: Katanya Sandi Mau Ketemu Saya? 

Surabaya (beritajatim.com) – Cawapres nomor urut 01, KH Ma’ruf Amin mengaku siap bertemu dengan Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno untuk rekonsiliasi pasca Pilpres 17 April 2019.

“Belum (ketemu). Katanya Sandi mau ketemu saya, ya saya siap. Ya, saya bilang saya siap untuk bertemu, kita harus menghilangkan perbedaan, kita harus menyatukan. Ada yang beritahu bahwa Sandi ingin bertemu saya, ya saya siap,” tutur Kiai Ma’ruf kepada wartawan usai menghadiri acara ‘Silaturrahim Kebangsaan’ di PWNU Jatim, Minggu (28/4/2019).

Dalam kesempatan bertemu dengan pengurus NU se-Jatim itu, Kiai Ma’ruf mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan kalangan Nahdliyyin di Jatim. “Suara di Jatim terjadi peningkatan luar biasa, dari 43 persen pada Pilpres 2014 menjadi 68 sampai 69 persen pada Pilpres 2019. Hampir 70 persen,” katanya.

Mantan Ketua Umum MUI ini mengatakan, NU ternyata bisa satu, baik yang kultural dan struktural.

“Kalau ada satu dua yang Khuruj (keluar) itu biasa. Luar biasa peran NU, terutama di Jawa Timur. Ini penghargaan kepada NU dan saya yang ditarik jadi pemimpin nasional. Biasanya ulama itu ditaruh di belakang atau di hilir, bagian yang Aamiin. Sekarang ditarik ke hulu, ini hulunisasi peran ulama,” jelas mantan Rais Aam PBNU ini.

Kalau NU diajak, Kiai Ma’ruf yakin akan memperoleh kemenangan. Padahal, kata dia, NU diajak dan tidak diajak, NU tetap berperan bagi bangsa dan negara. Ini karena NKRI adalah harga mati.

“Saya belum boleh disebut Wapres, baru boleh dibilang siap-siap jadi Wapres. Mudah-mudahan Real Count nanti lebih baik dari Quick Count. Kita harapkan semua pihak bisa menerima hasil Real Count KPU, harus siap menang dan siap kalah. Kalau tidak siap kalah, ini bisa timbulkan konflik di horizontal dan vertikal. Tugas berat kita saat ini adalah merajut persatuan dan kesatuan setelah terkoyak saat Pileg dan Pilpres,” pungkasnya. [tok/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar