Politik Pemerintahan

Khofifah: Tekstil Jatim Punya Keunggulan Kompetitif dan Komparatif

Surabaya (beritajatim.com) – Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa mengatakan ada tiga komoditas yang diharapkan akan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Hal ini adalah harapan dari Presiden RI Jokowi yang dikoordinasikan melalui Menko Perekonomian, Bank Indonesia (BI), Menteri Perindustrian dan Menteri Perdagangan.

“Satu, industri pengolahan makanan dan minuman (mamin). Jatim itu nomor satu kalau industri mamin. Kedua, adalah TPT (tekstil dan produk tekstil). Jawa Tengah dan Jawa Barat lebih banyak. Tetapi, keunikan Jatim adalah ada batik, ada tenun ikat dan kualitas bordirnya. Jadi, kita ingin menunjukkan bahwa produk tekstil Jatim ini sebetulnya memiliki keunggulan-keunggulan kompetitif dan komparatif. Ketiga, adalah industri alas kaki. Tiga itu yang didorong oleh pemerintah pusat supaya terus ditingkatkan kualitas dan kuantitas ekspornya,” kata Khofifah usai membuka East Java Fashion Harmony 2019 di Hotel Shangri-La Surabaya, Kamis (21/11/2019) malam.

East Java Fashion Harmony 2019 adalah acara fashion show dan display batik dari 38 kabupaten/kota se-Jatim dengan menghadirkan Guest Designer Ivan Gunawan. Juga tidak ketinggalan menampilkan karya desainer yang tergabung dalam APPMI Jatim, seperti Gita Orlin, Ulfa Mumtaza, Sheila Andina, Lia Afif, Denny Djoewardi dan Elok Re Napio.

Selain Ivan, juga hadir special guest Lourdes Valentina Figuera (Miss Grand International 2019) dan Coco Aryha Suparurk (Miss Grand Thailand 2019). Acara juga dimeriahkan komedian Cak Lontong dan artis Ruth Sahanaya dengan konser Sound of Harmony.

Khofifah berharap pada awal tahun depan akan dilakukan acara yang sama di Jakarta. Ini karena di Jakarta bisa bertemu sangat banyak desainer dan komunitas yang mempercepat pengembangan produk tekstil Jatim bisa masuk pasar besar dunia. “Ini starting point kita, yang kita ingin akan lakukan pengembangannya di Jakarta. Karena harapan kita adalah pada saat kit mengalami penurunan pertumbuhan seperti ini, kita bisa mendorong dari tiga item itu,” jelasnya.

Kemudian, langkah berikutnya adalah setiap upacara Parade Senja pada tanggal 17 setiap bulannya di Gedung Negara Grahadi Surabaya bisa menjadi arena promosi budaya, tekstil dan produk tekstil masing-masing kabupaten/kota.

“Selanjutnya, adalah Raka Raki Jatim. Saya sudah menyampaikan kepada seluruh OPD Pemprov Jatim. Kita butuh speaker, kita butuh model. Jatim sudah masuk pada bonus demografi 2019. Bagaimana kalau speakernya adalah para Raka Raki. Seperti bagaimana cinta pertanian, kalau kesehatan bukan meningkatkan derajat kesehatan, tapi bagaimana menurunkan stunting, TB dan katarak. Tema kesehatan banyak sekali. Raka Raki juga bisa menjadi Duta untuk Pendidikan, literasi dan suka membaca. Kalau Raka Raki bisa jadi speker dari tugas fungsi OPD, ini agar friendly dengan milenial dan generasi Z,” pungkasnya. [tok/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar