Politik Pemerintahan

Khofifah: Saya Mencintai Alam di Bromo, Jangan Dibikin Galau dan Resah

Probolinggo (beritajatim.com) – Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa didampingi Bupati Probolinggo, Puput Tantriana Sari menyerahkan 240 rompi dan 100 drop box kontainer sampah kepada tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh adat penduduk Tengger di Gunung Bromo, Sabtu (15/2/2020).

Untuk diketahui, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menerapkan car free month atau bulan bebas kendaraan di seluruh kawasan wisata Gunung Bromo pada 23 Januari hingga 25 Februari 2020.
Aturan ini untuk menghormati perayaan Wulan Kepitu (bulan ketujuh) yang merupakan bulan suci bagi Suku Tengger.

“Ini asap kawah di Bromo merupakan the best smoke in the world, keluar asap di belakang kita. Bulan bebas kendaraan di seluruh kawasan wisata Gunung Bromo ini memberi ruang kepada alam. Asap motor mobil tidak bisa masuk. Ini luar biasa anugerah dari Allah, kita bisa menghirup asap Bromo. Oksigen Bromo terbaik di dunia, ini menurut pengunjung dari Jepang,” kata Khofifah.

Menurut gubernur perempuan pertama di Jatim ini, Perpres 80/2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi di Jatim, termasuk kawasan Bromo Tengger Semeru (BTS) koordinatornya adalah Menteri Pariwisata. Sementara, Bappenas yang menyiapkan roadmapnya. “Mereka harus mendengarkan suara masyarakat di wilayah BTS ini. Rekomendasi mereka menjadi masukan yang sangat strategis. Kami menawarkan obligasi daerah bagi masyarakat di wilayah empat daerah, yang jadi penguat wilayah BTS. Semisal harga saham sekian, saya punya uang sekian dapat berapa lembar saham. Ini untuk masyarakat Probolinggo, Pasuruan, Malang, Lumajang. Bromo ini masuk super prioritas tahap kedua pada 2021,” paparnya.

“Saya mencintai alam di Bromo ini, saya pernah masak di rumah penduduk Tengger. Alam ini jangan dibikin resah dan galau. Jangan dinodai dengan membuang sampah sembarangan, juga ada edelweis jangan diambil. Ini agar bisa dinikmati anak cucu kita nanti,” jelasnya.

Bupati Probolinggo, Puput Tantriana Sari menambahkan, merupakan kebahagiaan tersendiri kehadiran Gubernur Jatim Khofifah. “Berkah bagi Kabupaten Probolinggo dan warga Kawasan Bromo. Kami sambut baik turunnya Perpres 80/2019. Probolinggo dapat berkah tersendiri. Kami segenap masyarakat akan berkomitmen melaksanakan dengan baik. Kami masyarakat Kabupaten Probolinggo, khususnya di Bromo akan menciptakan destinasi baru, Bromo-Bromo baru di wilayah Tiris dan Krucil yang berjarak sekitar 50 km,” imbuhnya.

Bupati juga menjelaskan, ada pekerjaan rumah (PR) besar dalam membangun infrastruktur dan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM).

“Mohon dukungan dan arahan dari Bu Gubernur dan pusat. Selain infrastruktur, capacity building juga dibangun. Kami masyarakat bukan lagi jadi penonton, tapi menjadi tuan rumah. Wisatawan yang hadir diharapkan juga dari masyarakat Probolinggo tersendiri,” pungkasnya. [tok/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar